1.319 Hektar Lahan NTB Alami Kekeringan
Mataram (Global FM Lombok)-
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, H. M. Nur Asikin, menyebutkan lahan kekeringan NTB untuk tanaman padi dan palawija mencapai 1.319 hektar. Di mana, lahan yang dikategorikan rusak ringan 370 hektar, sedang 387 hektar, berat 378 hektar dan padi yang terkena puso 204 hektar. Tanaman padi yang terkena puso hanya terjadi di pulau Sumbawa dan tanaman padi serta palawija di pulau Lombok hanya rusak ringan, sedang dan berat.
“ Terhadap tanaman padi yang terkana puso akan diusulkan mendapatkan dana bantuan dari APBN sebesar Rp 3,7 juta per hektar. Kami harap bisa segera diberikan, sebelum musim hujan turun,” kata H. M. Nur Asikin, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (10/10).
Asikin menerangkan, dana bantuan itu diusulkan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) NTB ke Kementerian Pertanian (Kementan). Hal itu sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2011 tentang Bantuan Penanggulangan Padi Puso. Dengan dana tersebut diharapkan, para petani akan menanam ulang padi, sehingga pendapatan petani tidak terganggu.
“ Sebenarnya tidak terjadi kekeringan, karena petani hanya salah pola tanam. Betapa tidak, petani sudah dilarang menanam padi mengingat debit air yang tidak cukup. Tetapi, petani tetap menanam padi, sehingga kekurangan air,” terangnya.
Bagi petani yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat lanjut Nur, akan diupayakan diberikan bantuan dana melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) NTB. Sebab, terdapat anggaran sebesar Rp 250 juta dari APBN yang memungkinkan bisa digunakan untuk kebutuhan petani. Di mana, bantuan itu akan diberikan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebesar Rp 20-Rp 25 juta.
“ Dalam hal ini, BKP kabupaten/kota se-NTB diminta untuk segera mengusulkan Gapoktan yang akan diberikan bantuan tersebut. Dalam mematangkan itu, akan digelar rapat Dewan Ketahan Pangan (DKP) dalam waktu dekat,” paparnya. (ozi)

Comments
Post new comment