210 Sekolah MBS akan Jadi Acuan Setiap Sekolah
Mataram (Global FM Lombok) –
Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) pada SD di NTB termasuk kategori sedang, yakni 3 mata pelajaran (Mapel) yang diujikan memiliki rata – rata nilai 6,2. Salah satu upaya dalam mendongkrak nilai itu, dengan menerapkan pola Management Berbasis Sekolah (MBS) pada setiap SD sederajat di NTB. Tujuan MBS, tidak lain untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTB yang dilaksanakan mulai tahun 2002 silam dengan bantuan dari Unicef dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB.
” Pola MBS dapat menjadikan sekolah menjadi bintang 5 (Sangat baik), bintang 4 (Baik) dan bintang 3 (Cukup). Hingga saat ini sekolah yang telah dibina dalam MBS sebanyak 210 buah, tersebar di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng). ” kata Koordinator Tim MBS NTB, Drs. Ali A Rahim, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Kamis (11/2).
Ali menjelaskan, Kepala Sekolah (Kepsek), Guru dan Pengawas di sekolah MBS diberikan pembinaan dan pelatihan. Paling tidak, ada 3 pilar yang ingin diperkuat dalam pembinaan itu, yakni management sekolah, seperti bagaimana tata kelola terhadap 8 standar yang harus dimiliki sekolah. Pilar kedua, sekolah hendaknya menerapkan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (Paikem) kepada para siswanya.
Selanjutnya pilar ketiga tambah Ali, sekolah harus bisa menggugah Peran Serta Masyarakat (PSM) dalam proses belajar mengajar. Ketiga pilar itu akan diuji cobakan melalui instrument yang disusun Tim MBS NTB, terdiri dari kalangan Universitas Mataram (Unram), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Tim Pengembang Pendidikan, Pengawas Pendidikan, Kepala Sekolah (Kepsek), Guru dan Dikpora NTB. Bila hasilnya memuaskan, maka program itu bisa menjadi program pendidikan berkelanjutan. Dimana, Bupati/Wali Kota se – NTB akan diberikan rekomendasi agar sekolah MBS bisa dijadikan acuan dan pedoman bagi sekolah non MBS.
Terkait dana bantuan Unicef untuk MBS, Ali memaparkan, setiap tahun diberikan kepada ketiga daerah yang menjadi sasaran masing – masing sebesar Rp 230 juta. Selain dari Unicef, juga ada dana sharing dari Pemprov NTB sebesar Rp 200 juta, sehingga total anggaran mencapai Rp 860 juta pada tahun 2009. Pada tahun 2010 ini belum diketahui secara pasti, tapi diprediksi akan mencapai Rp 1,3 milyar. Sebab, masih dijajaki ada donator baru dari Negara Selandia Baru. Program MBS ini akan berakhir pada desember 2010 mendatang dan diharapkan program selama 8 tahun itu dapat dilanjutkan oleh pemerintah daerah. (ozi)

Comments
Post new comment