Skip to Content

26 Ribu Pelanggan Umum PLN Nunggak Rp 6,9 Miliar

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Manager PT. PLN cabang Mataram, Taufik Eko Wardianto, menyebutkan, sebanyak 26 ribu lebih pelanggan golongan nol atau masyarakat umum di pulau Lombok menunggak pembayaran tagihan listrik 2-3 bulan. Hal itu berakibat pada terganggunya operational PLN dan tertundanya pendapatan pajak untuk pemerintah daerah (Pemda) dari Penerangan Jalan Umum (PJU). Sebab, tunggakan pelanggan golongan nol mencapai Rp 6,9 miliar dan apabila digabung dengan golongan tiga atau pemerintah mencapai Rp 9 miliar lebih.

 
“ Golongan tiga, seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar masih nunggak sekitar Rp 1,1 miliar. Hari ini, kami terjunkan 100 tim untuk melakukan penagihan kepada para pelanggan yang menunggak. Akan dilakukan pemutusan sementara bagi pelanggan yang nunggak 1-2 bulan dan pemutusan total yang nunggak 3 bulan. Tapi, jika pelanggan membayar saat akan diputus, maka pemutusan sementara atau total tidak dilakukan,” kata Taufik Eko Wardianto, kepada wartawan, di kantornya, Jum’at (9/12).
 
Eko menuturkan, banyak alasan mengapa pelanggan menunggak membayar tagihan rekening listrik, seperti sibuk, lupa, kurang uang dan sengaja menumpuk atau menunggu tagihan beberapa bulan. Batas pembayaraan tagihan listrik tanggal 20 setiap bulannya yang bisa dibayarkan melalui loket-loket yang disediakan PLN hingga tingkat desa/lurah. Pembayaran listrik juga bisa dilakukan di beberapa tempat, seperti loket pembayaran rekening on line, ATM, Bank, Kantor Pos dan lainnya.
 
“ Pemutusan sementara, bukan berarti di bongkar meterannya, tetapi cukup memutus Mini Circuit Breger (MCB) dan jika pelanggan sudah membayar tinggal di sambung. Dari 26 ribu pelanggan yang menunggak, sekitar 1.000 pelanggan yang diputus total. Jika mereka ingin berlangganan lagi, maka harus melalui proses yang ditetapkan PLN. Salah satunya, harus rela mengantri lagi, apabila daya listrik yang tersedia di tempatnya kurang. Itu resiko yang mereka harus tanggung,” terangnya.
 
Pelanggan yang telah diputus total atau berhenti berlangganan lanjut Eko, dapat mengajukan diri untuk pemasangan baru ke meteran prabayar. Sistem prabayar dinilai lebih murah dan hemat bagi masyarakat, karena pemakaiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Energy listrik yang akan dipakai dapat dibeli layaknya voucher pulsa hand phone (HP). Bagi pelanggan pascabayar yang ingin bermigrasi ke prabayar dapat dilayani pada tahun 2012 mendatang.
 
“ Saat ini, kami masih focus untuk memasang listrik prabayar ke pelanggan baru, karena untuk mecapai ratio listrik 60 persen. Artinya, masyarakat pulau Lombok yang sudah teraliri listrik sekitar 60 persen. Kami memiliki 6 rayon, antara lain Ampenan, Cakra, Praya, Selong, Tanjung dan Pringgebaya. Masyarakat bisa menghubungi ke-6 rayon itu untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan listrik,” imbuhnya.
 
Setelah melepas 100 tim yang akan melakukan penagihan dan pemutusan sementara atau total terhadap pelanggan yang nunggak, Eko berkesempatan turun langsung ke lapangan menggunakan sepeda motor. Bersama petugas rayon, cabang mataram dan wartawan, Eko bertolak ke salah seorang warga Kamasan Kelurahan Monjok Mataram yang menunggak 2 bulan. Sebelum petugas memutus sementara meteran, sang pemilik rumah yang tidak mau disebut namanya membayar lunas tagihannya, sehingga pemutusan sementara urung dilakukan.
 
Dalam kesempatan itu, Eko mengingatkan agar pelanggan bersangkutan tidak lagi menunggak listrik dan membayar tepat waktu di loket-loket yang ada. Eko juga menjelaskan tugas dan fungsi PLN dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat. Selanjutnya, Eko juga memantau petugas PLN yang melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon di beberapa jalan yang bisa mengganggu aliran listrik.
 
“ Pemangkasan ranting-ranting pohon ini dilakukan, karena saat ini sedang musim hujan dan angin besar. Jika kabel terkena ranting pohon, maka dikhawatirkan terjadi arus pendek yang berakibat pemadaman listrik dan membahayakan masyaraka sekitar. Kami berharap masyarakat juga tidak keberatan, jika pohonnya nanti di pangkas. Ini untuk kepentingan dan keselamatan kita semua,” harapnya. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.