Skip to Content

90 Persen Jalan Provinsi Menuju Gunung Tambora Rusak Parah (2)

Dompu (Global FM Lombok) –
 
Masyarakat dunia menyebut letusan Gunung Tambora pada 10 april 1815 silam, sebagai letusan terdahsyat sepanjang sejarah dunia. Akibat letusan itu, 3 kerajaan, yakni Tambora, Sanggar dan Pekat terkubur dan menewaskan sedikitnya 92 ribu orang. Letusan juga mengakibatkan perubahan musim semi di Eropa, karena diperkirakan kekuatan letusannya mencapai 10 kali lipat letusan gunung Karakatau. Letusan mengeluarkan 400 juta kubik gas sulfur dan belerang, sehingga mempengaruhi daya tembus matahari ke bumi serta tidak ada tanaman yang bisa hidup. Gunung Tambora yang merupakan gunung tertinggi di Asia mencapai 4.200 meter dan setelah meletus menjadi 2.851 meter.

 
 
Menurut data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTB, kaldera gunung Tambora dengan garis tengah sepanjang 7.000 meter dengan bagian bawah cekungan kaldera 3.500 meter kali 4.000 meter di kedalaman 950 meter. Letusan gunung Tambora membentuk danau yang membentang dari selatan ke utara selebar 800 meter dan dari barat ke timur 200 meter. Hilangnya kota Tambora disebut masyarakat dunia sebagai Pompeii of the east, karena kota Pompeii dan seluruh penghuninya terkubur sedalam 23 meter akibat letusan gunung Vesuvius di Italia. Gunung Tambora masih tergolong gunung aktif strato tipe A dengan 9 anak gunung dan tahun 2004, salah satu anak gunung itu meletus.
 
Terdapat 2 jalur pendakian gunung Tambora, yakni dusun Pancasila dan Doroncanga yang dibuat Bupati Dompu. Menuju ke gunung Tambora dari Kecamatan Manggalewa harus melewati jalan provinsi sepanjang 138 kilometer yang 90 persen kondisinya rusak parah. Tidak salah kemudian, perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu 2 – 3 jam saja, tapi dengan kondisi jalan yang berlobang, terbelah dan bergelobang diperlukan waktu 6 – 7 jam. Padahal, direncanakan masyarakat dunia pada tahun 2015 mendatang akan memperingati meletusnya gunung Tambora, sehingga dibutuhkan banyak persiapan, termasuk perbaikan jalan harus menjadi perioritas.
 
Jalan provinsi yang rusak parah tersebut kerap kali menjadi penghalang aktifitas masyarakat di Kecamatan Manggalewa, Kempo dan Pekat. Sebagai bentuk protes tidak diperbaikinya jalan tersebut, masyarakat sering menanam pohon pisang di tengah – tengah jalan. Sebab, beberapa kendaraan baik roda dua dan empat yang melintasi jalan banyak yang terguling dan memakan korban. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu mengaku telah beberapa kali mengupayakan perbaikan jalan tersebut, tapi karena jalan itu milik provinsi, maka kewenangan menjadi terbatas. Kendala pendanaan menjadi alasan utama, kenapa jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.
 
Kepala Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Hasanuddin Usman, mengaku, kondisi jalan yang rusak parah membuat pembangunan perekonomian masyarakatnya lamban. Betapa tidak, masyarakat sulit memasarkan hasil berkebun kopi, mente, sawah tadah hujan dan beternak. Jika ada penjual yang datang langsung untuk membeli hasil pertanian mereka, maka dapat dipastikan harganya akan anjlok. Tidak salah kemudian, banyak masyarakat petani yang mengaku rugi dengan kondisi perdagangan seperti itu.
 
Selain jalan provinsi, kondisi jalan yang menghubungkan antara satu dusun ke dusun lain juga rusak parah. Angkutan umum yang beroperasi dari Kota Dompu ke Dusun Pancasila hanya 2 buah dan itupun hanya satu kali, yakni pagi hari. Di sepanjang jalan tidak ditemukan bengkel, tapi hanya ada penjual bensin eceran. Bisa dibayangkan penderitaan yang akan dialami pengedara kendaraan roda dua dan empat, jika kendaraannya mogok dan kombos ban saat melintas di jalan tersebut. Hasanuddin berharap agar pemerintah baik Kabupaten, Provinsi hingga pusat dapat melihat kondisi jalan tersebut dan segera memperbaikinya, sehingga dapat memudahkan segala aktifitas masyarakat. Selain itu, dapat memajukan kepariwisataan Dompu di mata dunia. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.