Akhir 2012, Pengelolaan Sistem Air Minum dan Limbah di 3 Gili Akan Direalisasikan
Tanjung (Global FM Lombok)-
Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH, dengan Direktur Utama (Dirut) PT. Siskem Aneka Indonesia (SAI), Syauki, menandatangani naskah kesepahaman (MoU) untuk melakukan kerjasama study kelayakan atas rencana investasi pembangunan sistem penyediaan air minum ke kawasan 3 gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Selain itu, akan melakukan daur ulang limbah domestic di 3 kawasan pariwisata itu. PT. SAI merupakan pihak yang memprakarsai proyek penyediaan infrastruktur air minum dan akan membiayai study kelayakan tersebut.
“ Kami memerlukan alternative sumber pembiayaan investasi untuk membangun infrastruktur sistem air minum dan daur ulang di 3 gili dengan bekerjsama dengan pihak swasta. PT. SAI telah mengajukan surat pernyataan minat (letter of interest) tanggal 11 maret 2011 untuk berinvestasi di sana,” kata H. Djohan Sjamsu, didampingi Wakil Bupati KLU, Najmul Ahyar, Dirut PT. SAI, Syauki, usai penandatanganan MoU, kepada wartawan, di kantor Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), Gangga, KLU, Sabtu (14/1).
Djohan mengungkapkan, saat ini air minum untuk usaha pariwisata dan masyarakat umum sangat mahal di 3 gili sebesar Rp 75 ribu per meter kubik, karena didatangkan langsung dari pulau Lombok menggunakan kapal penyeberangan. Selain itu, limbah dan sampah di 3 gili juga masih menyisakan masalah. Adanya infrastruktur sistem air minum dan daur ulang sampah atau limbah di 3 gili akan menghemat biaya usaha pariwisata dan masyarakat setempat. Terlebih, kunjungan wisatawan ke 3 gili mencapai 300 ribu per tahun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) KLU lanjut Djohan, 70 persen dari sector pariwisata atau sekitar Rp 25 miliar tahun 2011 lalu. PAD itu lebih dominant akan digunakan untuk membangun infrastruktur penunjang pariwisata. Ada dua alternative yang dapat dilakukan PT. SAI, yakni menyambung pipa bawah laut atau mengolah air laut menjadi air tawan untuk diminum. Dalam hal ini, KLU menyarankan agar PT. SAI dapat menyambung pipa bawah laut. Kendati demikian, diserahkan sepenuhnya ke investor untuk melakukan kajian mendalam.
Dirut PT. Siskem Aneka Indonesia, Syauki, menambahkan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan kajian secara mendalam dari berbagai aspek, termasuk biaya yang diperlukan. Study kelayakan akan dilakukan secara bertahap per tiga bulan dan diperkirakan akhir tahun 2012 sudah dapat diketahui hasilnya. Artinya, akhir 2012 pengelolaan sistem air minum dan daur ulang limbah domestic di 3 gili akan dapat direalisasikan. Dasar pertimbangan, setiap orang membutuhkan sekitar 100-200 liter air untuk memenuhi segala aktifitasnya dalam sehari.
“ Kami akan mengihitung biaya, apakah akan memilih opsi menyambung pipa bawah laut atau mengolah air laut menjadi air tawar untuk dapat diminum. Kedua opsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Contoh, biaya operational mesin pengolah air laut menjadi air tawar harus tetap tersedia setiap hari. Selanjutnya, pipa bawah laut pastilah biayanya sangat tinggi. Untuk itulah kami akan kaji dulu,” terangnya. (ozi)

Comments
Post new comment