Skip to Content

Akta Kelahiran Jangan Dijadikan PAD

 
Mataram (Global FM Lombok) –
 
Undang – Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mengamanatkan bahwa menjadi kewajiban Negara dalam memenuhi hak – hak anak, termasuk mendapatkan Akta Kelahiran. Tapi yang terjadi di lapangan, masih ditemukan anak yang tidak memiliki akta kelahiran, khususnya bagi anak miskin, anak jalanan (Anjal), anak terlantar, anak hasil pemerkosaan, nikah sirih dan sebagainya. Artinya, hingga kini implementasi UU perlindungan anak itu belum bisa terlaksana dengan baik.

 
“ Akta kelahiran menjadi kewenangan kabupaten/kota dan pemerintah provinsi (Pemprov) hanya memfasilitasi terbentuknya sebuah peraturan bupati/wali kota tentang biaya gratis pembuatan akta kelahiran. “ kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) NTB, Dra. Hj. Ratningdiah, MH, di damping Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB, L. M. Faozal, S.Sos, M.Si, saat menggelar press conference di Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/2).
 
Ratningdiah menyayangkan masih adanya kabupaten/kota yang menjadikan akta kelahiran sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seharusnya, semua pihak bisa menyadari akan hak anak mendapatkan akta kelahiran secara gratis, sesuai dengan UU perlindungan anak. Kepedulian masyarakat membuatkan akta kelahiran juga masih minim, karena tidak sedikit para orang tua membuatkan akta kelahiran anaknya saat dibutuhkan, seperti musim masuk sekolah.
 
Di moment – moment tertentu lanjut Ratningdiah, pihaknya membuatkan akta kelahiran bagi anak – anak miskin, terlantar, jalanan, hasil pemerkosaan dan lainnya, secara gratis. Kontribusi kecil itu hendaknya ditiru semua pihak, agar dapat menekan jumlah anak yang belum memiliki akta kelahiran. Sebab, belum banyak masyarakat yang sensitive atau peduli dengan masalah anak. Bahkan, saat ini sensitive anggaran terhadap anak jalanan dan anak terlantar belum berpihak. Padahal, masalah anak adalah masalah Negara yang harus ditangani serius, karena mereka akan menjadi generasi penerus bangsa. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.