Anggaran Pembinaan Atlet Minim, KONI NTB Diminta Menghadap Gubernur
Mataram (Global FM Lombok)-
Anggaran hibah yang digelontorkan oleh Pemprov NTB yang bersumber dari APBD 2012 ke KONI NTB terbilang sangat minim yakni Rp2,5 miliar, padahal even skala nasional sebentar lagi akan digelar yaitu PON ke XVIII yang akan berlansung di Riau pada September mendatang. NTB sendiri memasang target 10 medali emas pada PON kali ini. Karena faktor anggaran sangat penting untuk pembinaan atlet, Komisi IV DPRD NTB menyarankan agar KONI NTB menghadap Gubernur soal anggaran hibah tersebut.
Anggota komisi IV DPRD NTB Hj Endang Yuliati kepada Global FM Lombok di Mataram Sabtu (14/01) mengatakan, KONI bukan merupakan SKPD dari Pemprov NTB, sehingga dana yang diberikan dalam bentuk hibah. Dimana anggaran hibah itu tidak boleh dipergunakan untuk menggaji pengurus KONI atau untuk operasional. Namun dana itu mutlak digunakan untuk pembinaan para atlet.” Hal itu mengemuka dalam pembicaraan kami dengan Kemenpora dua bulan yang lalu di Jakarta” tutur Endang.
Ia menjelaskan, nomenklatur anggaran hibah berada di Biro Keuangan Setda NTB. Karena banyaknya item anggaran yang dibahas pada saat pembahasan APBD 2012 pada ahir tahun lalu membuat anggota dewan tidak mampu membahas anggaran hibah per item. Namun seingatnya, anggaran hibah untuk KONI yang diperlihatkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada awalnya sebesar Rp5 miliar. Akan tetapi jika angka ril ditetapkan menjadi Rp2,5 miliar, maka pihaknya akan segera berkoordinasi dengan ketua komisi IV serta pimpinan komisi lainnya.
Anggota fraksi PDIP ini menerangkan, pihaknya di komisi IV memang tidak mengikuti pembahasan APBD sampai final. Terkait dengan anggaran hibah KONI yang minim, menurutnya TAPD pada saat pembahasan tidak menampilkan item hibah secara terperinci, hanya anggaran hibah secara umum yang masuk dalam pembahasan. Namun demikian, mengingat pentingnya tambahan anggaran untuk pembinaan atlet menjelang pelaksanaan PON di Riau, maka pada pembahasan APBD Perubahan mendatang, anggaran untuk KONI bisa menjadi prioritas.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengurus cabang olah raga (cabor) mengancam akan berunjuk rasa ke Pemprov NTB dan DPRD terkait dengan anggaran hibah yang minim ke KONI NTB. Mereka menilai anggaran sebesar Rp2,5 miliar tidak akan cukup untuk persiapan kontingen NTB guna menghadapi PON ke XVIII. Tidak hanya itu, para cabor juga meragukan target 10 medali emas akan bisa dicapai jika dana pembinaan sangat minim. Jumlah dana hibah tahun ini cukup ironis jika dibandingkan dengan dana yang diberikan pada saat mengikuti PON di Samarinda tahun 2009 lalu yakni sebesar Rp6 miliar. (ris)-

Comments
Post new comment