Angka Kelahiran di NTB Masih Tinggi
Mataram (Global FM Lombok) –
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) NTB, Hj. Ratningdiah, MH, mengatakan, partisipasi pria menggunakan alat kotrasepsi Keluarga Berencana (KB) masih rendah sekitar 0,3 persen atau 483 orang. Kaum perempuan lebih dominant menggunakan alat KB, sehingga beban dan tanggungjawab perempuan lebih besar daripada laki – laki.
” Akibatnya, tingkat angka kematian bayi (AKB) mencapai 72/1.000 kelahiran hidup. Angka itu sangat tinggi jika dibandingkan AKB nasional sebanyak 35/1.000 kelahiran hidup. Data itu sesuai dengan Survey Demografis Keluarga Indonesia (SDKI) pada tahun 2007. ” kata Hj. Ratningdiah, MH, kepada Reporter Global FM Lombok, di kantor Gubernur NTB, Kamis (25/2).
Ratningdiah mengungkapkan, masih tinggi pasangan usia subur yang menolak menjadi peserta KB, khususnya kaum pria. Betapa tidak, pria menentukan juga jumlah angka kelahiran di tengah masyarakat. Selain itu, pemahaman masyarakat akan repruduksi, kesejahteraan keluarga, fungsi keluarga dan lainnya masih rendah. Hal itu menyebabkan rata – rata angka kelahiran di NTB lebih tinggi dari angka rata – rata nasional, sesuai dengan data SDKI.
Ratningdiah menyebutkan, rata – rata kelahiran NTB mencapai 2,8 dan tingkat nasional 2,3. Tingginya angka kelahiran menandakan masih banyak masyarakat NTB yang menjadi sasaran KB belum terlayani secara maksimal. Penyebab lainnya, banyaknya terjadi pernikahan di bawah usia, kawin sirih dan pemerkosaan. Tentu, hal itu menjadi tugas berat bagi pemerintah provinsi (Pemprov) NTB, karena tingginya kematian ibu dan anak menyebabkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB berada di posisi nomer dua terbawah nasional. (ozi)

Comments
Post new comment