Atasi Penipuan Nasbah, BI Bentuk WGMP
Jakarta (Global FM Lombok)-
Ketua Tim Internal Biro Humas Bank Indonesia (BI) Harimurti Gunawan, mengatakan, pihaknya sedang melakukan antisipasi terkait munculnya kasus penipuan perbankan yang merugikan nasabah. Salah satunya, BI telah membentuk Working Group Media Perbankan (WGMP) yang didalamnya terdapat parbankan dan media. BI dan perbankan menggalang komunikasi intensif dengan media massa. Peran media massa sangat strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
“ Kami melakukan Working Group Discussion (WGD) dua kali seminggu, yakni hari selasa dan jum’at dengan para wartawan yang ngepost di BI. Selain itu, kami melakukan kunjungan ke beberapa media besar dan bertemu langsung dengan Pemimpin Redaksi (Pemred). Intinya kami sosialisasi dan diskusi,” kata Harimurti Gunawan, saat menyambut kunjungan Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forta Ekbis) NTB, di BI Jakarta, Rabu (9/11).
Didampingi Pemimpin BI Mataram, H. M. Junaifin, Tim Relasi Media BI, Edhie Hariyanto, serta Cahyaningtyas dari Direktorat Kebijakan Moneter, Harimurti menuturkan, saat ini dari semua Bank, BCA yang paling banyak jadi korban penggunaan rekening oleh nasabahnya untuk tujuan penipuan. Modus penipuan beragam, dari penjebolan ATM hingga transfer melalui rekening. Beberapa pelaku sudah ditangani pihak kepolisian.
“Atas dasar itu pula, BI sangat berkepentingan agar informasi kebijakan BI dalam pengendalian sistem keuangan dapat diketahui oleh masyarakat luas. Misalnya kebijakan itu, BI menargetkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) perihal pengendalian kepemilikan kartu kredit nasabah, ditargetkan akhir tahun. Tahun 2012 mendatang, PBI tersebut siap diberlakukan di seluruh perbankan,” jelasnya.
Teknologi dan kemudahan perbankan kerap disalahgunakan oknum untuk menopu. Betapa tidak, bisnis perbankan di Indonesia menguasai 80 persen aktivitas keuangan di Indonesia. Hal itulah yang memicu beberapa oknum bermain ke bisnis perbankan untuk melakukan kejahatan dalam berbagai motif. Penipuan itu telah banyak memakan korban, khususnya masyarakat yang minim pengetahuan tentang perbankan. (ozi)
ShareThis

Comments
Post new comment