Bahas Kasus Pencurian, Dewan Akan Panggil Kapolres Mataram
Mataram (Radio Global Fm Lombok)
Meningkatnya kasus pencurian yang terjadi di Kota Mataram, khususnya di sekolah pada beberapa bulan terakhir membuat kalangan DPRD Kota Mataram gerah. Pihak Komisi I pun berencana akan memanggil Kapolres Mataram, untuk mempertanyakan kasus-kasus pencurian peralatan sekolah yang sampai saat ini belum terungkap pelaku pencuriannya. Padahal, menurut Ketua Komisi I TGH. Ahmad Muhclis, modus yang dilakukan pelaku hampir sama yakni hanya mengambil otak dari komputer berupa CPU.<?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" />
Hal itu diungkapkan TGH. Ahmad Muhclis pada wartawan diruang kerjanya rabu pagi. Muhclis mengatakan, data yang diterima Komisi I dari Dinas Pendidikan Kota Mataram menyebutkan, bahwa sejak Desember tahun 2007 lalu sampai dengan Januari 2010 sudah Sembilan kasus pencurian di sekolah. Dengan total kerugian akibat pencurian mencapai Rp 255.750.000,-. Jumlah kasus pencurian ini paling banyak terjadi pada tahun 2009 lalu dan terjadi di Enam sekolah. Masing-masing, SMPN 8, SMPN 12, SMPN 17, SMAN 4, SMAN 7 dan SMKN 7 Mataram. Sedangkan, tahun 2010 sudah terjadi Dua kasus yakni di SMKN 5 Mataram dan TK/SD Internasional pada tanggal yang sama yakni 5 Januari. Di tahun 2007, pencurian peralatan sekolah terjadi di SDN 26 Cakranegara.
Muhclis mengutarakan, kasus pencurian peralatan sekolah di Kota Mataram tidak boleh terulang lagi. Artinya, jangan sampai ada peristiwa pencurian yang ke 10 di sekolah yang ada di Kota Mataram. Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Dikpora Kota Mataram diminta untuk siaga dan waspada. Bahkan, bila perlu menambah petugas malam untuk menjaga dan mengamankan sekolah. Tak hanya itu, ruang peralatan sekolah harus dipasang tralis besi yang permanen. Komisi I DPRD pun mengharapkan aparat kepolisian proaktif dalam mengungkap tindak kriminalitas di Kota Mataram. ( ady )
ShareThis

Comments
Post new comment