Skip to Content

Bansos Tidak Berbentuk Sarana dan Prasarana Lagi

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB, Drs. Bachruddin, M, Pd, menegaskan, sejak tahun 2009 lalu, bantuan social (Bansos) bagi masyarakat tidak lagi berbentuk sarana dan prasarana, seperti mesin jahit, genset, kompresor dan sebagainya. Tapi, Bansos diberikan berupa uang tunai yang langsung di transfer melalui rekening masing – masing kelompok penerima bansos.
 
” Perubahan pola pemberian bansos 100 persen itu, dihajatkan untuk usaha ekonomi produktif dengan pola pendekatan yang sesuai dengan kompetensinya. Dimana, bansos diberikan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki masyarakat setempat. ” tegas Drs, Bachruddin, M, Pd, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Kamis (4/2).
 
Bachruddin menyebutkan, bagi kelompok berjumlah 10 orang dengan bantuan Rp 20 juta untuk semua jenis usaha. Kelompok yang akan menerima dana bansos itu, harus mengajukan proposal terlebih dahulu yang disetujui desa/lurah dan Disosdukcapil Kabupaten/Kota. Dimana, satu desa/lurah paling tidak memiliki 5 kelompok yang didampingi 1 orang pendamping dari petugas Disosdukcapil. Dana bansos itu, bersifat hibah dan tidak boleh dipergunakan atau dihabiskan untuk konsumtif, sebab akan terus berputar ke kelompok lain di desa/lurah setempat.
 
Lebih jauh Bachruddin menjelaskan, jumlah dana yang digelontorkan dalam bansos itu berasal dari APBN sebesar Rp 7 miliar. Seluruh kelompok diharuskan membuka rekening di Bank NTB, sebelum menerima dana bansos dimaksud. Bagi kelompok pemula yang dinilai berhasil mengembangkan usahanya melalui dana Bansos, akan diberikan modal kelanjutan Rp 30 juta per kelompok dan total dana kelanjutan di NTB sebesar Rp 2 miliar.
 
” Jika satu kelompok tidak bisa berkembang usahanya, maka ada proses hukum, karena setiap kelompok menandatangani MoU berkekuatan hukum. Tapi, apabila usahanya tidak berkembang karena bencana alam dan sebagainya, maka bisa ditolerir dengan dibuatkan berita acara kegagalan. ” pungkasnya. (ozi)   

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.