Baru 400 Ribu Guru Sudah Bersertifikasi
Mataram (Global FM Lombok)
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. H. Ali A Rahim, menyebutkan, secara nasional jumlah guru mencapai 2,9 juta orang dan baru 400 ribu saja yang sudah memiliki sertifikasi guru. Ditargetkan, tahun 2015 mendatang seluruh guru di Indonesia sudah memiliki sertifikasi, sehingga program sertifikasi guru dapat dihentikan.
Di NTB, jumlah guru yang berada di bawah Departemen Agama (Depag) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) baik negeri dan swasta mencapai 86.721 orang dan yang sudah S1 hanya sekitar 40 persen. Tunjangan sertifikasi guru hendaknya dapat diikuti dengan meningkatnya kinerja guru itu sendiri. Hal itu disampaikan, Drs. H. Ali A Rahim, kepada Reporter Global FM Lombok, di ruang kerjanya, Selasa (5/1). Ali menjelaskan, banyak factor yang mempengaruhi mutu pendidikan di NTB. Beberapa diantaranya, apakah sarana dan prasarana sekolah lengkap atau tidak, apakah guru pengajar di sekolah sudah S1 atau tidak dan sebagainya. Tapi, jika dilihat dari hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional (UN) NTB mencapai rata – rata 6,24, maka dinilai sudah dalam tataran cukup. Kendati demikian, tugas seorang Kepala Sekolah (Kepsek) dan Pengawas untuk meningkatkan kinerja para guru. Jangan sampai guru dilepas begitu saja, tanpa ada pengawasan dan pengembangan wawasan guru.
Terkait program unggulan NTB dalam dunia pendidikan, Ali menilai masih belum greget di tingkat masyarakat. Dimana, masih terjadi ketidaktahuan dan kebingungan masyarakat akan program unggulan tersebut, seperti apakah pendidikan digratiskan atau tidak dan sebagainya. Kendati demikian, terlihat ada pengaruh dari komitment pemerintah dalam dunia pendidikan dengan adanya program unggulan dimaksud. Hal itu dapat dibuktikan dengan kebijakan yang pro dengan pendidikan, seperti dianggarkannya 20 persen APBN dan APBD untuk pendidikan. Di tahun 2008 dan 2009 juga, terjadi peningkatan 2 digit rata – rata UN, yakni dari 5,8 menjadi 6,4. Kedepan, pemerintah diminta lebih intens mensosialisasikan program unggulannya kepada masyarakat. (ozi)

Comments
Post new comment