Skip to Content

Bima Kembali Memanas, Kantor Bupati Bima Dibakar Massa

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Setelah lebih dari satu bulan kasus kerusuhan di Pelabuhan Sape tanggal 24 Desember lalu meletus, kerusuhan kembali pecah di Bima. Kamis (26/01) siang sekitar pukul 14.00 Wita kantor Bupati Bima dibakar massa yang sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa.

Awalnya ribuan massa melakukan aksi demonstrasi meminta agar SK Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan untuk PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dicabut. Belum diketahui pasti apa yang menyulut kemarahan massa sehingga dengan membabi buta mereka membakar kantor Bupati Bima.
 
Dari pantauan wartawan Suara NTB, Yusrin peristiwa tersebut terjadi setelah ribuan massa yang tergabung dalam Front Massa Anti Tambang berdemo guna meminta agar SK 188 itu dicabut. Namun karena sudah lama tidak mendapat tanggapan apapun, massa lalu emosi dan membakar kantor Bupati berserta sejumlah kantor yang berada disekitar kantor Bupati seperti kantor KPU.
 
Kondisi kantor Bupati sudah hangus, dimana atap bangunan sudah rata dengan tanah serta seluruh isi kantor tidak tersisa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kali ini. Hanyasaja pihak kepolisian melarang warga untuk keluar rumah demi alasan keamanan. Dengan kejadian tersebut Kabupaten Bima saat ini sedang mencekam.
Setelah membakar kantor Bupati Bima dan juga Kantor KPUD Bima hingga ludes di Jalan Soekarno Hatta, sedikitnya seribuan massa kini menyasar Pendopo Bupati Bima yang terletak satu kilometer arah timur Kantor Bupati di Kota Bima.

Sebelumnya, sesaat sebelum aksi pembakaran dilakukan, Koordinator aksi, Mulyadin mengklaim, aksi pendudukan yang semula hendak menduduki kantor Bupati Bima itu diikuti oleh ribuan orang. Mereka adalah warga dari Kecamatan Lambu, Sape dan Langudu.

Massa datang dari Lambu dan Sape menumpang puluhan truk dan tiba di Kota Bima pukul 12.30 Wita. Massa aksi langsung menggelar orasi dan menerobos pagar pembatas kantor bupati setelah sebelumnya long march dari lapangan umum dekat RSUD Bima.

Aksi masih terkait bentrok berdarah warga dengan polisi di Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011 yang menewaskan dua warga. Ribuan massa aksi menuntut polisi membebaskan 52 warga Lambu dan Sape yang ditetapkan sebagai tersangka pascabentrok. Massa aksi juga tetap menuntut Izin Operasional perusahaan tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara agar dicabut, bukan hanya ditangguhkan selama setahun oleh Bupati Bima, Ferry Zulkarnain.(ris)-
 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Fraksi PKS Nilai Poros Tengah Bisa Jadi Kawan dan Lawan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Fraksi PKS DPRD NTB menilai munculnya wacana pembentukan poros tengah oleh tiga fraksi seperti fraksi PBB, PPP dan fraksi Gerakan Indonesia sebagai sebuah hak politik. Poros tengah yang berencana akan menggalang kekuatan menjelang pilgub tahun 2013 mendatang bisa menjadi kawan atau lawan politik bagi partai lain terutama jika Gubernur dipilih oleh DPRD.

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.