BPS Data Populasi Sapi dan Kerbau
Mataram (Global FM Lombok)-
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, H, Soegarenda, MA, mengatakan, dari tanggal 1-30 juni 2011 mendatang akan melakukan pendataan populasi sapi dan kerbau di NTB. Sensus ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk mengetahui berapa populasi sapi dan kerbau yang sebenarnya di Indonesia. Di mana, hasil sensus itu nantinya akan dijadikan acuan dalam impor daging sapi dan kerbau di Indonesia yang nilainya masih tinggi.
“Sensus ternak ini tidak ada kaitannya dengan pajak atau retribusi, sehingga masyarakat diminta lebih transparan mengungkapkan jumlah ternak yang dimilikinya.”kata H, Soegarenda, MA, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Sabtu (11/6).
Soegarenda menilai, sensus ternak akan lebih sulit dibandingkan sensus manusia. Kesulitan yang cukup dirasa petugas, yakni masyarakat yang takut dan khawatir apabila ternaknya didata. Terlebih ternak di pulau Sumbawa yang dipelihara di areal terbuka, sehingga ada kesulitan pendata mengecek informasi jumlah sapi real yang disampaikan peternak. Dalam hal ini, para pendata yang direkrut dari beberapa desa/lurah telah dibekali, termasuk cara meyakinkan masyarakat dan melakukan pendataan.
Kepala Bidang (Kabid) Statistik Produksi BPS NTB, Anas, mengatakan, sensus ternak besar di NTB membutuhkan biaya sebesar Rp3,7 miliar. Dana miliaran rupiah yang diterima dari Kementerian Pertanian itu dialokasikan untuk pengadaan bahan dan alat pendukung sensus serta membiayai honor petugas. Jumlah petugas yang akan dilibatkan sebanyak 1.981 orang yang terdiri atas petugas cacah lapangan sebanyak 1.560 orang, pengawas 305 orang dan koordinator statistik kecamatan 116 orang. (ozi)

Comments
Post new comment