Buntut Aksi Pengeroyokan, Mahasiwa Tantang Jaksa Duel
Aksi pengeroyokan terhadap dua orang mahasiswa oleh sejumlah jaksa rabu (6/1) lalu, ternyata tidak berakhir sampai disana. Puluhan mahasiswa kembali mendatangi kantor Kejati NTB untuk menuntut kejelasan terhadap proses hukum serta tanggapan Kajati NTB, Drs Slamet Wahyudi,SH, terkait aksi pengeroyokan dua oknum mahasiswa, masing-masing Tri Sutrosno, mahasiswa IKIP Mataram, dan Amrullah, mahasiswa Universitas NW Mataram, oleh oknum jaksa diruang lobby gedung Kejati NTB.
Kali ini puluhan mahasiswa gabungan dari sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Nusa Tenggara Barat (AMANAT NTB) berunjuk rasa mendesak kajati NTB untuk meminta maaf atas tragedy pengeroyokan berdarah oleh sejumlah jaksa itu. Dalam aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 9.30 wita itu nyaris ricuh karena pihak Kejati NTB tidak bersedia menemui mahasiswa untuk berdialog. Massa yang kesal menantang oknum kejaksaan tinggi untuk berduel satu lawan satu dan mengancam akan memberlakukan hukum rimba jika masalah tidak bisa diselesaikan secara professional oleh Jaksa. Saat mahasiswa berusaha untuk menerobos masuk gedung Kejati NTB, pagar betis puluhan aparat kepolisian berusaha menghalangi. Sempat petugas tidak bisa membendung emosi massa yang hendak beringas sehingga dua buah kaca jendela ruangan kejati NTB menjadi sasaran kemarahan mahasiswa yang terbakar emosi. Saat ditantang, salah seorang jaksa juga ikut terbakar emosi dan ingin menghadapi Mahasiswa. Bukannya berhenti, Mahasiswa malah menantang balik terhadap oknum jaksa tersebut sehingga jaksa yang emosi itu berhasil diredam oleh jaksa lain.
Dalam orasinya mahasiswa mengungkapkan kekesalan mereka akibat proses hokum yang disinyalir tidak berdasarkan keadilan. Mereka menilai jika mahasiswa yang bersalah maka penanganan hukumnya tetap diproses bahkan langsung ditahan. Namun jika aparatur hukum yang melakukan kesalahan maka proses hukumnya terkesan dihalang-halangi bahkan tidak dihukum. Kapolres Mataram, AKBP I Nyoman Sukena, saat berusaha meredam emosi massa yang beringas menyampaikan, agar mahasiswa berdemonstrasi dengan demokrasi yang baik. Dirinya juga berjanji akan menfasilitasi mahasiswa yang ingin berdialog dengan pihaknya untuk menyampaikan harapan mereka. Selain itu ia juga berjanji akan memediasi mahasiswa yang ingin berdiaog dengan Kajati NTB. Sementara Kajati NTB, melalui Kabag TU, Dedy Poernomo SH, ketika dikonfirmasi Global FM Lombok, digedung Kejati NTB, mengatakan, pihaknya tidak mau berkomentar banyak mengenai aksi unjuk rasa mahasiswa yang anarkis itu. Menurut Dedy, semua telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menangani proses hukumnya. (Lan)

Comments
Post new comment