Skip to Content

Bupati Dompu Terima Teror Via SMS

Dompu (Global FM Lombok)-
 
Buntut memutasi sekitar 700-an guru dan kepala sekolah (Kepsek), Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin, menerima banyak kritik, caci maki, hingga teror melalui Sort Message Messenger (SMS). Tidak saja Bupati, istri dan anaknya mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak-pihak yang kecewa dengan kebijakan mutasi Bupati. Hal itu membuat Bupati Dompu sangat kecewa dengan curhat di hadapan 435 guru calon sertifikasi yang mendapatkan bimbingan teknis (Bintek) pra uji kompetensi.

 
“ Saya mendapat banyak sms bernada kritik, caci maki dan teror dari beberapa nomer. Sms itu masih saya simpan. Kebanyakan mempertanyakan kebijakan mutasi. Ketika saya telpon balik, nomernya sudah tidak aktif. Saya kecewa, kok mereka mau menyakiti orang dan meninggalkan begitu saja. Bukan saya saja yang diteror, istri dan anak saya juga,” ungkap H. Bambang M. Yasin, saat memberikan sambutan pada acara Roadshow Kemitraan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB ke kabupaten Dompu, Rabu (18/1).
 
Bambang menuturkan, kebijakan mutasi didasari atas pemerataan guru di perkotaan dengan daerah terpencil. Jangan sampai guru menjadi malas dan tidak professional, karena numpuk mengajar di sekolah perkotaan. Sebagai contoh, di SMPN 1 Dompu, terdapat 10 orang guru mata pelajaran (Mapel) bahasa Indonesia dan 8 orang guru mapel matematika. Padahal, guru yang dibutuhkan di setiap mapel di sekolah setempat hanya 3 orang. Sementara, di daerah lainnya beberapa sekolah mengeluhkan kekurangan guru.
 
“ Waktu hujan besar, anak saya yang sekolah di SMPN 1 Dompu, menangis pulang. Dia mengaku tidak tahan dengan kata-kata kasar yang dilontarkan teman-teman dan gurunya ke saya. Saya kecewa, rasa kecintaan guru terhadap murid sudah hilang. Bukan memberikan pelajaran ahlak yang baik kepada siswa, malah menceritakan mutasi dan isu-isu miring. Bahkan, ada guru yang memfasilitasi orang untuk menutup kantor Bupati,” ceritanya.
 
Kebijakan mutasi yang dilakukan tegas Bambang, tidak akan dirubah. Kebijakan yang diambil semata-mata untuk merubah peta pendidikan Dompu dan resikonya harus ditanggung. Dalam mengawal mutasi dan meng-cross check kebenaran isi sms, pihaknya telah menugaskan pengawas sekolah ke setiap sekolah. Selain itu, menugaskan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dompu membentuk tim penilai kinerja Kepsek.
 
“ Pemerintah yang mengatur dan sekali-kali harus memberikan hukuman bagi masyarakat yang membangkang. Kalau ada yang mau tetap jadi Kepsek di sekolah, ya bikin saja sekolah lain. Ada yang membawa surat dengan kop surat Kepala Desa/lurah yang meminta harus dia menjadi Kepsek. Memang dia yang membangun sekolah?. Saya bukan malaikat dan tidak akan bisa menyenangkan semua orang,” cetusnya.
 
Menurutnya, mutasi yang dilakukan juga untuk meningkatkan kompetensi dan professionalism guru di Dompu. Sebab, ada guru yang mengajar hanya 4 jam, bukan 24 jam seperti yang diinginkan dalam sertifikasi guru. Artinya, sebelum para guru itu diperiksa penegak hukum atau tidak lulus uji kompetensi, maka mutasi harus dilakukan. Ia berharap, kebijakan mutasi itu tidak ditafsir negative, tetapi sebagai upaya perubahan para guru menuju guru yang bermutu. (ozi) 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.