Skip to Content

Bupati Lotim Tetapkan Tanah Tampah Bole Sebagai Tanah Ulayat

Selong (Global FM Lombok)-
 
Bupati Lombok Timur (Lotim) H.M. Sukiman Azmy, menegaskan, tanah Tampah Bole, Pantai Kaliantan, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru adalah tanah ulayat atau tanah milik adat. Artinya, tidak ada lagi pihak mana pun baik secara perorangan, masyarakat maupun investor yang mengklaim kepemilikan lokasi. Apalagi melakukan pembangunan di lokasi tersebut, seperti perhotelan, lapangan golf dan lainnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim pun tidak akan mengeluarkan izin untuk pembangunan di kawasan tersebut.

 
“ Selama saya masih menjadi Bupati di Lotim, tidak ada yang boleh melakukan pembangunan di tanah Tambah Bole ini. Banyak orang hingga investor yang datang untuk ingin meminta izin pembangunan hotel dan lapangan golf, tetapi saya tidak berikan. Tanah ini milik masyarakat adat yang harus bersih dari segala bangunan apa pun,” tegas H.M. Sukiman Azmy, saat memberikan sambutan pada acara Festival Kaliantan, di pantai Kaliantan, Lotim, Minggu (12/2).
 
Sukiman mengungkapkan, tanah sekitar 6 hektare ini memang sudah memiliki sertifikat, kemudian dijual ke investor oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.Tapi yang perlu menjadi pertanyaan, apakah dalam pembuataan sertifikat tanah Tampah Bole melalui prosedur yang ada atau tidak. Dengan demikian, klaim dari investor tertentu dengan berbekal sertifikat kepemilikan  tidak sah dan batal. Sebab, dalam pengurusan sertifikat tidak melewati pembuatan secara prosedural.
 
Sukiman mengimbau kepada masyarakat setempat agar tidak memfasilitasi dan mem-back up orang yang hendak membeli tanah di lokasi ini. Karena pembangunan hanya diizinkan di tanah milik masyarakat yang terletak di belakang lokasi, tempat Pesta Bau Nyale. Seperti diketahui, Masde Loise Sipahutar mengklaim tanah sekitar 6 hektare di Tampah Bole sebagai miliknya. Bahkan pada 2011 lalu dengan menggandeng salah satu elemen masyarakat melakukan pengusiran dan pengerusakan rumah warga yang menempati lokasi ini.(ozi)

ShareThis

Comments

Sebuah skenario film dengan

Sebuah skenario film dengan lokasi utama Tampah Bole sudah lama saya selesaikan. Hanya saja investor Jakarta belum mau melirik kisah dan wilayah ini. Mungkinkah Pemda NTB dan Lotim mau 'membuang uang' untuk mengangkat wilayah ini dalam bentuk film layar lebar? Di tangan penggarap film profesional kisah yg saya buat ini, saya yakin, berpotensi untuk mendatangkan keuntungan secara komersil.

 Sy dukung upaya pak Musfar

 Sy dukung upaya pak Musfar Yasin didalam mengangkat Tampah Bole ini. Pemda NTB dan Lotim semestinya mampu membuka mata terhadap potensi pariwisata ini. lewat visit lombok sumbawa 2012, diharapkan akan menjadi momentum baik bagi peningkatan kunjungan pariwisata. Buat Pak Musfar, kami mendukung dan mendorong agar dunia perfileman nasional lebih banyak mengambil latar di lombok. sebagai seoarang penulis skenario unggulan kelahiran lombok, moga pak Musfar bisa mempromosikan lombok lebih bagus lagi. baravo...  

 Sy dukung upaya pak Musfar

 Sy dukung upaya pak Musfar Yasin didalam mengangkat Tampah Bole ini. Pemda NTB dan Lotim semestinya mampu membuka mata terhadap potensi pariwisata ini. lewat visit lombok sumbawa 2012, diharapkan akan menjadi momentum baik bagi peningkatan kunjungan pariwisata. Buat Pak Musfar, kami mendukung dan mendorong agar dunia perfileman nasional lebih banyak mengambil latar di lombok. sebagai seoarang penulis skenario unggulan kelahiran lombok, moga pak Musfar bisa mempromosikan lombok lebih bagus lagi. baravo...  

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.