Calo Listrik Minta Warga Hingga Rp 4 Juta
Mataram (Global FM Lombok) –
Program pemasangan atau penyambungan listrik baru yang dicanangkan PT. PLN wilayah NTB, diduga dimanfaatkan oknum tertentu untuk menarik uang dari masyarakat atau calon pelanggan. Bahkan, tidak tanggung-tanggung uang yang diminta calo listrik dari calon pelanggan mencapai Rp 4 juta.
“ Setelah ada program untuk pemasangan baru listrik, diperkirakan 50-60 persen calo sudah bermain atau bergentayangan ditengah masyarakat. “ kata Ketua AKLI NTB, Ali Akbar Ibrahim pada Global FM via ponselnya Senin (9/5).
Menurutnya, calo listrik ini mengaku kalau mereka bisa berhubungan dengan orang dalam PLN, untuk segera mengalirkan listrik ke rumah warga. Bahkan, mereka juga ditengarai memasang instalasi atau jaringan listrik untuk meyakinkan warga. Padahal, instalasi listrik yang dipasang hanya asal-asalan tanpa mengindahkan faktor safety atau keamanan. Ali mengungkapkan, masih ada warga yang terjebak dengan mekanisme permainan calo listrik.
Kendati sebenarnya, AKLI sendiri telah mensosialisasikan melalui media untuk menghindari praktek calo, yang manfaatkan program pasang baru listrik. Ditanya mengenai biaya pemasangan instalasi, Ali pun menjelaskan, untuk biaya instalasi telah jelas yakni Rp 1,380 juta, untuk semua daya. Memang diakuinya, ada kesepakatan AKLI dengan PLN, dimana rumah yang telah memiliki jaringan listrik hanya akan dikenakan biaya Rp 750 ribu.
Tetapi, lanjutnya, kesepakatan itupun diberlakukan sangat selektif. Artinya, hanya jaringan yang telah memenuhi syarat saja yang bisa direvisi biaya instalasinya. Itu dilakukan AKLI, agar calo instalasi tidak mempermainkan calon pelanggan listrik PLN. Ditambahkan Ali, kebanyakan yang menjadi korban calo listrik adalah masyarakat yang tinggal dipedesaan. Dimana, akses informasi tentang biaya pemasangan jaringan listrik, tidak diketahui warga. (ady)

Comments
Post new comment