Cuaca Ekstrim, Tamu Hotel Tetap Normal
Giri Menang (Global FM Lombok)-
Duty Manager (DM) The Jayakarta Hotel, Senggigi, Lombok Barat (Lobar), I Ketut Nitha, mengungkapkan, meski cuaca ekstrim yang melanda hampir di seluruh NTB, khususnya pulau Lombok, tidak mempengaruhi tamu hotel yang menginap. Jumlah tamu yang menginap di hotel di awal tahun 2012 tetap normal. Tidak terjadi pembatalan booking kamar yang telah dilakukan jauh hari sebelumnya.
“ Kalau wisatawan mancanegara (wisman) tidak berpengaruh sedikit pun, karena mereka sudah merencanakan jauh hari sebelumnya. Sebab, ada juga wisman yang tinggal di daerah kering yang khusus datang ke Indonesia untuk menikmati musim hujan. Tapi ada juga wisatawan domestic (Wisdom) yang memang menunda melakukan perjalanan ke Lombok, karena cuaca buruk,” terang I Ketut Nitha, kepada Reporter Global FM Lombok, di kantornya, Selasa (10/1).
Nitha menuturkan, jumlah tamu pada awal tahun memang mengalami penurunan. Salah satu alasannya, yakni pemerintah sedang menyusun anggaran untuk melakukan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE). Wisdom dari kalangan PNS, swasta dan umum memang saat ini sangat dominant, daripada wisman. Dalam menarik tamu, beberapa peket telah dipersiapkan, seperti paket pernikahan, pendidikan, ulang tahun dan lainnya.
“ Kami memiliki kontrak kerjasama dengan beberapa lembaga pemerintah. Paket yang ditawarkan juga lebih murah, daripada paket personal. Metode pemasaran seperti itu harus diterapkan, karena banyak hotel dengan tawaran harga yang ketat. Jika tidak diikuti, maka kami akan tergilas dengan hotel lainnya. Jadi, kami juga menerapkan sistem jual beli, seperti di pasar traditional,” paparnya.
Di musim ramai (High Season), seperti akhir tahun 2011 lanjut Nitha, jumlah tamu yang menginap rata-rata 90 persen per hari. Terjadi peningkatan hunian mencapai 100 persen, jika dibandingkan tahun 2010. Di mana, sebanyak 171 kamar dengan 5 kategori kamar, seperti suite, junior suite, cottage, deluxe dan standard terisi setiap hari. Selain itu, 6 ruang pertemuan juga tetap terisi hingga awal tahun 2012 ini.
“ Di akhir tahun, banyak tamu dan acara yang terpaksa kami tolak, karena kamar dan fasilitasnya sudah penuh. Terlebih saat malam tahun baru, kami mendatangkan langsung entertainment dari Jakarta. Kami ingin menampilkan sesuatu yang beda di akhir tahun. Tapi, di hari-hari biasanya, kami menggunakan entertainment local. Selain itu, entertainment local juga padat acaranya,” terangnya. (ozi)

Comments
Post new comment