Dana BSS Dari Bank Sulit Diakses
Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang menjadi program unggulan pemprov NTB mandapat hambatan dalam hal akses dana pengembangan ternak. Para peternak sapi mengeluh pada proses pinjaman modal ketiga di bank BRI. Padahal prestasi peternak sejak awal program BSS ini cukup bagus, sehingga sebenarnya tidak ada alasan pinjaman dana tersebut dipersulit.
Hal itu dituturkan anggota DPRD NTB Dapil III Loteng Patompo Adnan Lc kepada Global Fm Lombok Sabtu (14/ 08). Sejumlah keluhan masyarakat itu diperolehnya saat melaksanakan kegiatan reses pekan lalu di Loteng. Para petani mengharapkan akses modal untuk mengembangkan ternak sapi agar dipermudah, apalagi searang musim peranakan sapi tentu memerlukan biaya yang cukup untuk kebutuhan pakan dan perawatannya.
Menurut para petani, pihak bank beralasan sulitnya akses dana ahir-ahir ini karena BRI sedang melakukan pergantian system pemberian kucuran dana untuk BSS. Namun petani merasa tidak diuntungkan dengan kondisi seperti ini, sehingga dikhawatirkan dapat menghambat program BSS yang menjadi program utama pemerintahan.
Selain persoalan diatas, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diprogramkan pemerintah pusat juga membuat masyarakat sangat kecewa. Masyarakat hingga sekarang belum menemukan realitas atau manfaat dari program yang digulirkan beberapa tahun lalu tersebut. Sebab menurut pengakuan masyarakat, mereka sangat sulit mengakses pinjaman dana yang bersumber dari program KUR itu.
Ketua komisi IV DPRD NTB ini mengatakan, meskipun masalah pendanaan BSS serta KUR bukan domain komisinya untuk mengontrol SKPD terkait, namun sebagai wakil dari masyarakat, sangat penting untuk mengungkapkan semua kesulitan yang dihadapi dalam proses mendapatkan anggaran untuk mensukseskan sejumlah program pemerintah. Semua hasil reses akan ditindaklanjuti dengan laporan tertulis untuk kemudian disampaukan kepada eksekutif.(ris)

Comments
Post new comment