Dana Pro Rakyat Diskop dan UMKM NTB Capai Rp 6,8 Miliar
Mataram (Global FM Lombok)-
Dinas Koperasi Usaha Micro Kecil dan Menengah (Diskop dan UMKM) NTB menganggarkan dana pro rakyat tahun 2012 sebesar Rp 6,8 miliar atau 80 persen dari total belanja langsung. Sisanya 20 persen Rp 1,7 miliar digunakan untuk aparatur Diskop dan UMKM, seperti biaya perjalanan dinas, honor dan lain sebagainya. Dana pro rakyat itu akan terbagi menjadi pembangunan KUMKM sebesar Rp 2,7 miliar, pembentukan wirausahawan baru Rp 3,2 miliar dan pembangunan Sapi, Jagung dan Rumput laut (PIJAR) Rp 785 juta.
“ Kami ingin masyarakat mengetahui dana pro rakyat dari Diskop dan UMKM NTB, agar terjadi transparansi anggaran. Hal itu sesuai dengan instruksi Gubernur NTB agar setiap SKPD member akses informasi seluas luasnya kepada public, termasuk masalah akses permodalan. Sebab, ketidaktahuan masyarakat membuat program unggulan NTB akan tersendat,” kata Kadiskop dan UMKM NTB, Ir. H. M. Rusdi, MM, kepada wartawan, Jum’at (30/12).
Rusdi menyebutkan, tahun 2012, dana dekon yang diterima mencapai Rp 6,1 miliar lebih yang bersumber dari Kementerian Koperasi Rp 3,7 miliar dan sisanya fungsi pendidikan Rp 1,9 miliar. Dana dekon ini bertambah sekitar Rp 2 miliar lebih atau 50,90 persen dari tahun 2011 sebesar Rp 4 miliar lebih. Peningkatan didominasi dari fungsi pendidikan sebesar Rp 1,5 miliar atau meningkat 436 persen dari tahun 2011 sebesar Rp 360 miliar.
Hal itu lanjut Rusdi, dalam upaya meningkatkan kualitas UMKM NTB dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), produk dan lain sebagainya. Selanjutnya, dana APBD NTB tahun 2012 sebesar Rp 14,7 miliar atau bertambah Rp 3,2 miliar atau 28,46 persen dari tahun 2011sebesar Rp 11,5 miliar. Dana tersebut terbagai menjadi belanja tidak langsung Rp 6,2 miliar dan belanja langsung Rp 8,5 miliar. Dengan demikian, total dana dekon dan APBD tahun 2012 untuk Diskop dan UMKM sebesar Rp 20,9 miliar lebih.
“ Terkait serapan dana dekon tahun 2011 sebesar 93,18 persen, yakni Rp 3,7 miliar dari Pagu Anggaran Rp 4 miliar lebih. Serapan APBD baik dana langsung dan tidak langsung mencapai 91,54 persen, yakni Rp 10,5 miliar dari pagu anggaran Rp 11,5 miliar. Dengan demikian serapan dana dekon dan APBD NTB mencapai 91,97 persen, yakni Rp 14,3 miliar dari pagu anggaran Rp 15,5 miliar,” sebutnya. (ozi)

Comments
Post new comment