Daya Beli Petani NTB Alami Penurunan
Mataram (Global FM Lombok)-
Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 7 kabupaten di NTB, Nilai Tukar Petani (NTP) memang berfluktuasi setiap bulannya selama priode April 2008 – September 2011. Namun NTP pada bulan September 2011 ternyata dibawah angka 100 yang artinya petani mengalami penurunan daya belinya. Itu disebabkan oleh kenaikan harga produksi yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga input produksi dan kebutuhan konsumsi rumah tangganya.
“ NTP diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima terhadap indeks harga yang dibayar oleh petani. NTP menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP maka semakin kuat juga tingkat daya beli petani,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB H Soegarinda dalam keterangan persnya yang digelar Senin (3/10).
Ia menjelaskan, NTP pada bulan September 2011 mengalami penurunan sebesar 0,17 persen bila dibandingkan dengan NTP pada bulan Agustus 2011 yaitu dari 96,83 menjadi 96,66 persen. Hal ini disebabkan karena penurunan indeks harga yang diterima petani (0,04%) sedangkan indeks harga yang dibayar petani meningkat (0,14%) dan indeks konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan sebesar (0,15%).
Kemampuan daya beli petani ternak di Provinsi NTB cukup baik, dimana NTP peternakan selalu diatas angka 100 yang artinya daya beli peternak meningkat. Sementara kemampuan daya beli petani yang paling rendah terjadi pada bulan September 2011 di provinsi NTB yakni pada subsektor pada tanaman pangan dengan NTP sebesar 92,52.(ris)

Comments
Post new comment