Skip to Content

Dewan Minta Segera Ditempati Rumdis

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Sebanyak 40 unit rumah dinas (rumdis) anggota DPRD NTB yang sudah terbangun sejak tahun 2008 lalu hingga kini masih nganggur. Meskipun rumdis tersebut belum selesai terbangun semuanya hingga 51 unit sesuai dengan jumlah keseluruhan anggota dewan diluar empat unsur pimpinan, banyak anggota dewan yang meminta agar pemprov NTB melengkapi semua  fasilitas rumdis tersebut kemudian anggota dewan siap menempatinya.
 
” Sudah menjadi kewajiban pemprov NTB untuk menyediakan rumdis dan fasilitasnya. Namun faktanya sampai saat ini sebanyak 40 unit rumah yang sudah selesai dibangun semua fasilitasnya belum ada seperti listrik, air, jaringan telpon serta perabot rumah tangga. Sambil dipenuhi semua fasilitas tersebut, Pemprov NTB disarankan agar segera membangun 11 rumdis lagi yang hingga kini belum terbangun. ” kata salah seorang anggota DPRD NTB dari Dapil IV (Lotim) Abdul Hadi SE kepada Global FM Lombok rabu (27/1).
 
Menurut anggota dewan dari fraksi PKS ini, tidak menjadi persoalan jika rumdis itu ditempati tahun ini meskipun jumlahnya belum lengkap 51 unit. Ini perlu dilakukan agar aset daerah itu tidak nganggur terlalu lama, sebab itu dikhawatirkan akan cepat mengalami kerusakan fisik bangunan karena tidak dirawat. Anggota dewan yang diprioritaskan untuk menempati rumdis terlebih dahulu yaitu anggota dewan yang berasal dari Dapil VI ( Bima, Kota Bima dan Dompu), Dapil V ( Kab Sumbawa, KSB) serta Dapil IV ( Lotim). Sebab banyak anggota dewan dari dapil ditas yang masih mengontrak rumah di Mataram.
 
Karena rumdis belum ditempati oleh anggota dewan, maka tunjangan perumahan untuk 51 anggota dewan masih tetap terbayarkan. Jumlah yang mereka terima setiap bulan sebanyak 4,5 juta rupiah. Artinya pemerintah provinsi NTB harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp 229.500.000 perbulan. Sementara untuk satu tahun, jumlah tunjangan perumahan untuk anggota dewan sebesar Rp 2.754.000.000 milyar rupiah. Angka ini tentu cukup besar. Jika semua fasilitas perumahan anggota dewan dipenuhi maka anggaran tunjangan rumdis itu bisa dialihkan untuk kebutuhan masyarakat.(ris)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.