Skip to Content

DHT Virginia Belum Bisa Ditetapkan

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Ketua Tim Pengkaji Harga Dasar Tembakau (HDT) Virginia Lombok, DR. Prayitno Basuki, mengungkapkan, penetapan HDT sebaiknya dilakukan sebelum musim tanam, bukan setelah musim panen. Penetapan HDT lebih awal akan bisa memberikan informasi kepada para petani tembakau dan perusahaan mitra. Selain itu, akan bisa meminimalisir terjadinya kerugian pada para petani tembakau, karena HDT yang dinilai tidak sesuai dengan biaya produksi.

 
“ Artinya, para petani bisa mengambil ancang – ancang apakah akan menanam tembakau atau tidak dengan penetapan HDT tersebut. “ kata DR. Prayitno Basuki, saat menyampaikan hasil kajian HDT Virginia Lombok musim tanam 2010 pada acara sosialisasi HDT di Ruang Rapat Umum (RRU) Kantor Gubernur NTB, Rabu (11/8).
 
Prayitno menyebutkan, biaya produksi yang dikeluarkan petani untuk menanam tembakau Virginia Rp 21 ribu per kilogram. Harga tertinggi tembakau Virginia di dunia Rp 31 ribu per kilogram. Dengan harga jual itu, para petani sudah bisa mendapat keuntungan 28 persen dari biaya produksi. Dalam satu hektar para petani mengeluarkan biaya produksi Rp 40 juta dan jika dijual ditaksir Rp 60 juta.
 
Lebih jauh Prayitno memaparkan, jika harga HDT Virginia ditetapkan diatas harga tertinggi dunia atau 30 persen keuntungan, maka perusahaan mitra tidak ada yang berani membelinya. Jika itu terjadi, maka produksi tembakau Virginia Lombok milik petani akan sia – sia, karena tidak ada yang membelinya. Dalam hal ini, Prayitno merekomendasikan agar petani sebagai produsen dan mitra petani sebagai perusahaan konsumen bisa menetapkan HDT Virginia sebesar 28 persen.
 
Sosialisasi yang dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda NTB, H. M. Nuh, SH, MH, dan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) NTB, H. Ihya Ulumuddin, itu dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, puluhan petani tembakau, perusahaan mitra dan beberapa pimpinan LSM.
 
Rekomendasi itu mendapat respon bermacam dari Serikat Petani Indonesia (SPI) NTB sebagai perwakilan petani dan peserta lainnya. Hingga akhir acara, penetapan HDT belum bisa diputuskan, karena beberapa peserta masih akan mempelajari hasil kajian dari tim pengkaji HDT Virginia. (ozi)   

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.