Disbudpar NTB Gelar Lomba Cerita Obyek Wisata bagi Supir dan Tukang Ojek
Mataram (Global FM Lombok) –
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Produk Pariwisata (PSDPP) Disbudpar NTB, Dra. Nunung Triningsih, MM, mengaku, bangga dengan para sopir taxi yang begitu mengenal obyek – obyek wisata di NTB. Bahkan, ada diantara mereka yang menguasai bahasa inggris dalam menceritakan obyek – obyek wisata NTB saat mengantar tamu asing. Tinggal bagaimana para sopir taxi, tukang ojek dan kusir cidomo yang belum mengetahui obyek – obyek wisata dapat diberikan pembekalan secara berkala.
” Hal itu penting, karena mereka menjadi garda terdepan pariwisata NTB. Artinya, apabila informasi yang diberikan salah, kepada para tamu atau wisatawan, maka image pariwisata NTB juga akan buruk. ” kata Dra. Nunung Triningsih, MM, kepada wartawan, seusai membuka cara lomba bercerita tentang obyek wisata kepada para supir dan tukang ojek di Museum NTB, Rabu (23/6).
Nunung mengungkapkan, dari 30 orang target sebagai peserta, yang mengikuti lomba hanya 18 orang. Para peserta mengaku banyak yang mengudurkan diri, karena merasa malu untuk tampil bercerita di muka umum. Hal itu dinilai wajar, karena lomba bercerita obyek wisata ini baru kali pertama dilakukan dan rencananya akan terus digelar setiap tahun. Bagi para peserta disediakan materi tentang obyek – obyek wisata NTB yang bisa dicerikan dengan bahas indonesia atau inggris. Para pemenang disediakan trophy, piagam, voucher dan uang pembinaan.
Seluruh peserta lomba lanjut Nunung, akan diberikan piagam penghargaan, sebagai bukti telah mengikuti lomba. Kedepan diharapkan lomba serupa dapat digelar pihak swasta lainnya dengan berbagai kreasi yang dimiliki. Sebelumnya, Kadisbudpar NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, mengungkapkan, digelarnya lomba itu terinspirasi dengan para sopir becak di Yogyakarta yang sangat mahir menjelaskan obyek – obyek wisata daerahnya.
” Mereka menjadi garda terdepan dalam melakukan promosi dan pemasaran obyek wisata Yogyakarta kepada para tamu dan wisatawan yang datang. Selain itu juga, mereka dinilai telah memiliki pemahaman tentang sapta pesona dan sadar wisata. ” ungkap Gita.(ozi)

Comments
Post new comment