Dishubkominfo Tetap Inginkan Damri Beroperasi di BIL
Mataram (Global FM Lombok)-
Kepala Dishubkominfo NTB H Ridwan Syah bersikukuh tidak akan menghapus operasional Damri di Bandara Internasional Lombok (BIL) karena hal itu merupakan amanat undang-undang. Saat ini Damri yang beroperasi di BIL sebanyak delapan unit yang berfungsi sebagai transportasi publik.
Ridwan Syah didalam kegiatan rapat dengar pendapat dengan perwakilan Sopir Koperasi Taksi Mataram (Kotama) dan Lombok Baru Taksi yang berlansung dikantor DPRD NTB Jumat (10/02) menerangkan, pengaturan kendaraan di BIL sepenuhnya merupakan otoritas dari PT Angkasa Pura. Namun terkait dengan perizinan operasi seluruh kendaraan dikeluarkan oleh Dishubkominfo NTB.
Menurut Ridwan, saat ini jumlah taksi yang beroperasi di BIL sebanyak 155 unit dengan asumsi setiap taksi minimal dapat mengangkut penumpang sebanyak dua kali sehari. Jumlah taksi Kotama sebanyak 85 unit taksi yang dibawa secara utuh dari bekas Bandara Selaparang Mataram. Sementara sebanyak 70 unit diberikan kepada perusahaan taksi yang lain seperti Lombok Baru Taksi yang diberikan hak operasi sebanyak 30 taksi.
Benarkah taksi kekurangan penumpang di BIL?. Menurut Ridwan Syah pihaknya menerima laporan penumpang di BIL rata-rata 2000 orang per hari. Jika taksi hanya mengangkut rata-rata tiga orang sekali jalan, berarti yang bisa diangkut oleh seluruh taksi yang beroperasi di BIL sebanyak 300 orang per hari. Sementara Damri yang berjumlah delapan unit rata-rata bisa mengangkut penumpang antara 320 – 400 orang per hari. Jika dikalkulasi, masyarakat yang menggunakan trasportasi Damri dan taksi sekitar 700 orang per hari. Lalu penumpang yang sebanyak 1.300 orang menggunakan kendaraan apa?
Sementara itu, pimpinan DPRD NTB H.L Moh Syamsir menegaskan, pihaknya menduga ada kendaraan gelap yang beroperasi di BIL sehingga mengurangi jatah penumpang yang seharusnya milik taksi. Kerena itu DPRD NTB akan menelusuri dugaan kendaaran gelap ini agar persoalan taksi bisa diselesaikan dengan baik.(ris)-

Comments
Tuntutan untuk menghapus
Tuntutan untuk menghapus DAMRI tidak realistis...apa kata dunia? .....bahwa tidak semua penumpang mampu bayar transport yang mahal itu.
Post new comment