Distributor Semen Dilarang Permaninkan Harga Dipasaran
Mataram (Global FM Lombok)-
Harga semen di tingkat pengecer sampai saat ini belum mampu stabil setelah kasus keterlambatan pasokan semen yang terjadi pada bulan Oktober tahun lalu. Selain mahal, keberadaan semen juga masih langka di beberapa titik sehingga memberatkan konsumen. Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) NTB sudah meminta kepada distributor untuk membuat kesepakatan agar mereka tidak menaikkan harga semen dipasaran.
Kepala Disperindag NTB H Lalu Imam Maliki dalam kegiatan koordinasi dengan komisi II DPRD NTB Rabu (18/01) mengatakan, kenaikan harga semen yang dirasakan sampai saat ini merupakan rangkaian dari kasus kelangkaan semen yang terjadi Oktober tahun lalu. Menyusul belum pulihnya stok serta harga semen dipasaran, Disperindag NTB bersama dengan Bareskrimsus Polda NTB berusaha menyelidiki apakah terjadi kasus penimbunan oleh para distributor atau tidak. Namun sejauh ini belum diperoleh hasil yang baik dari kegiatan yang telah dilakukan.
Ia menerangkan, kelangkaan semen di NTB juga dipicu oleh keterlambatan distribusi semen merek Bosowa dari Makassar ke Lombok dengan jumlah 11 ribu ton semen pada bulan Desember lalu. Namun Disperindag memiliki stok semen sebanyak 3.700 ton yang bisa dibeli oleh masyarakat sesuai dengan harga distributor setelah memperoleh rekomendasi dari Disperindag. Seluruh semen itu diperoleh dari sejumlah kapal pengangkut semen yang belum diorder oleh para distributor.
Salah satu persoalan yang turut menyumbang lambannya distribusi semen yakni kapasitas dermaga bongkar muat di Lembar yang masih terbatas. Sesuai dengan aturan, kapal pengangkut semen memiliki jadwal bongkar muat paling terahir jika dipelabuhan terdapat kapal pengangkut sembako atau kapal pupuk. Sementara satu kapal barang membutuhkan waktu bongkar muat selama tujuh hari. Jika kapal barang terlalu lama berlabuh, biasanya kapal pengangkut semen akan putar haluan dan berlabuh di Bali. Ini juga yang menyebabkan harga semen masih mahal.
Sebagaimana diketahui, harga semen dipasar saat ini berkisar antara 65 – 75 ribu rupiah persak , padahal harga semen berkisar antara 50 hingga 55 ribu rupiah per sak. Meskipun stok semen tersedia di distributor, namun dalam hitungan jam semen tersebut sudah laku terjual. Anggota komisi II DPRD NTB mendesak agar Disperindag NTB mampu berbuat maksimal agar ketersediaan semen kembali normal dan harga tidak melambung tinggi(ris)-

Comments
Post new comment