Empat Orang Pasien Diduga Flu Burung Dinyatakan Negatif
Mataram (Global FM Lombok)-
Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, dr. H. Mawardi Hamri, menegaskan, empat orang pasien yang diduga susfect flu burung di ruang isolasi dinyatakan negative. Keempat pasien asal Lombok Tengah (Loteng) tersebut, yakni Aditya Darmansyah (1,1) Peringgagata, Inaq Sahnum (52) Desa Semayan, Diah Syahwan (0,5) Desa Semayan dan Sartika (10) Peringgagata. Keempat pasien masih dalam perawatan di RSUP NTB hingga dinyatakan sembuh dari penyakitnya.
“ Secara umum, kondisi pasien mulai membaik dan dalam waktu dekat dapat dipulangkan,” kata dr. H. Mawardi Hamri, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) RI, dr. H. Moch. Ismail, Ketua Tim Penanggulangan SARS, Flu Burung dan Flu Babi, dr. Salim dan beberapa anggotanya, di RSUP NTB, Rabu (19/10).
Mawardi menyebutkan, 2 pasien, yakni Aditya Darmansyah dan Inaq Sahnum dilarikan ke RSU Praya tanggal 14 oktober 2011 dan dirujuk ke RSUP NTB tanggal 15 oktober 2011. Keduanya demam tinggi hingga mencapai 39 C, batuk dan pilek serta pernah kontak langsung dengan unggas yang mati mendadak di wilayah positif terjangkiti virus flu burung. Setelah mendapat perawatan dan cek PCR selama 3 hari berturut-turut dinyatakan negative dan sudah sehat.
Dua pasien lain lanjut Mawardi, yakni Diah Syahwan dan Sartika dirujuk ke RSUP NTB tanggal 17 Oktober 2011 dengan gejala sama seperti kedua pasien sebelumnya. Setelah dirawat, Diah Syahwan mulai membaik, kecuali Sartika yang masih batuk. Kultur virus dari pasien sudah dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dilakukan penelitian apakah positif flu burung atau tidak.
“ Hasil penelitian membutuhkan cukup waktu, karena virus itu harus dikembangbiakkan dulu. Hasil penelitian nantinya akan sangat berguna bagi dunia kedokteran terkait dengan virus tersebut,” terangnya.
Kadikes NTB, dr. H. Moch. Ismail, menjelaskan, apa yang dilakukan merupakan langkah antisipatif terhadap penyebaran virus flu burung di NTB. Hal itu dilakukan agar tidak meresahkan masyarakat dan terjadi ketakutan yang luar biasa. Terdapat 4 RS yang ditunjuk Kemenkes untuk menangani pasien flu burung, yakni RSUP NTB, RSU Praya, RSU Sumbawa dan RSU Kota Bima.
“ Saya berharap masyarakat dapat melaporkan segera setiap ditemukan ada ayam mati mendadak dengan jumlah banyak. Selain itu, masyarakat hendaknya berprilaku hidup sehat, seperti membiasakan mencuci tangan dengan sabun. Tapi ingat, air tempat cuci tangan harus yang mengalir,” ingatnya. (ozi)

Comments
Post new comment