Skip to Content

Empat Pelajar Nekat Mencuri Helem

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Hanya karena kekurangan uang belanja, empat orang pelajar Sekolah Pertanian dan Pembangunan (SPP) Mataram, masing-masing Dedi Wiranata (17) asal Lombok Tengah, Ramdani (18) asal Lombok Tengah, Edi Kurniadi (18) asal Gondang Lombok Utara, dan Roni Kurnia (18) asal Gerung Butun, Sandubaya, Mataram, nekat mencuri Helem dihalaman parkir sekolahnya.
 
Mereka disinyalir sebagai sindikat pencuri helem yang selama ini sering meresahkan para pelajar, guru, dan pegawai sekolah atas seringnya kejadian kehilangan Helem disekolah tersebut. Aksi mereka akhirnya tertangkap basah saat mencuri Helem disalah satu sepeda motor yang diparkir dihalaman sekolah SPP Mataram, selasa (16/2) kemarin, sekitar pukul 10.00 wita.
 
Dari keempat orang pelajar kelas tiga ini, tiga orang diantaranya tinggal diasrama sekolah kecuali Roni Kurnia, yang pulang pergi kesekolah dari tempat tinggalnya diwilayah Gerung, Butun, Sandubaya, Mataram. Para pelaku mengaku hanya disuruh oleh seorang temannya bernama Puriadi, juga pelajar kelas 3 yang kebetulan hari itu tidak masuk sekolah.
 
Salah seorang pelaku, Dedi Wiranata, kepada Global FM Lombok diruang penyidik Polsek Mataram, rabu (17/2) siang mengaku, ia nekat mencuri Helem bersama teman-temannya dan rencananya Helem tersebut akan dijual untuk belanja. Hal itu diakui Dedi, karena uang belanja yang dikirimkan oleh orang tuanya sebanyak Rp 100 ribu perminggu dirasa kurang cukup untuk kebutuhannya.
 
Modus operandinya dijelaskan Dedi, ia mengambil Helem yang tergantung disepeda motor korbannya kemudian meletakkannya dibawah. Setelah merasa situasi aman, salah seorang pelaku yang bertugas untuk mengamankan Helem langsung mengambil dan melempar Helem tersebut kemushola dekat lapangan parkir. Sementara salah seorang pelaku lainnya bertugas untuk menunggu dimushola kemudian menyembunyikan Helem tersebut untuk diamankan. Namun, aksi para pelaku sempat diketahui pihak Sekolah dan langsung menangkap para pelaku. Selanjutnya, para pelaku kemudian dilaporkan ke Mapolsek Mataram.
 
Kapolsek Mataram, AKP Arif Yuswanto, ketika dikonfirmasi Global FM Lombok, diruang kerjanya, rabu (17/2) siang membenarkan penangkapan sindikat pelajar pencuri Helem tersebut. Pihaknya dijelaskan Arif, menerima laporan dari pihak Sekolah jika ada empat orang pelaku pencuri helem telah ditangkap. Selanjutnya, para pelaku diserahkan pihak Sekolah kepada petugas Kepolisian.
 
Kepala Sekolah SPP Mataram tambah Arif, meminta agar para pelaku diberi pelajaran atas tindakan mereka. Karena menurutnya, aksi para pelaku merupakan tindakan kenakalan remaja yang harus diberi pembinaan. Arif juga mengatakan, proses hukum tetap akan dilaksanakan dan selanjutnya akan diberi pembinaan oleh pihaknya. (Lan)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.