Festival Perkusi Nusantara Pukau Penonton
Mataram (Global FM Lombok) –
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, menegaskan, kesenian tradisional Indonesia, khususnya NTB, dipastikan akan tumbuh dan berkembang dengan pesat. Selain itu, kesenian tradisional akan mampu menjadi benteng dalam menjaga dan melestarikan jati diri serta kepribadian masyarakat. Dimana, masyarakat akan lebih mencintai dan bangga memiliki kesenian traditional tersebut. Sebab, banyaknya aliran kesenian modern, telah merubah paradigma sebagian besar masyarakat, yang semula cenderung lebih menyukai kesenian tradisional, menjadi lebih menyukai kesenian modern.
Demikian sambutan tertulis Wagub NTB yang dibacakan Asisten I Setda NTB, H. Sirojul Munir, SH, MH, saat acara Festival Perkusi Nusantara di Gedung Taman Budaya Mataram, Sabtu (31/7). Dikatakan, Festival Perkusi Seni Tradisi anggota Mitra Praja Utama (MPU) ini, akan mampu menjadi penyeimbang ditengah - tengah derasnya berbagai aliran seni dan budaya modern yang berkembang. Selain itu, core event itu akan memberikan ruang yang lebih besar bagi perkembangan dan pelestarian budaya lokal, khususnya gendang atau perkusi nusantara. Masyarakat juga diminta untuk tetap mengembangkan bakat seninya sebagai upaya melestarikan budaya daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupdar) NTB, Drs. L. Gita Aryadi, M.Si, mengungkapkan, pihaknya dituntut untuk tidak henti - hentinya berinisiatif dan berupaya menciptakan ruang gerak yang semakin memungkinkan seni dan budaya lokal, seperti event Lombok Begendang, Festival Perkusi Nusantara dan lainnya. Hal itu dalam upaya menyukseskan Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012. Festival Perkusi Nusantara tahun 2010 ini, dihadiri 5 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan NTT. Acara ini sebagai bentuk budaya kebersamaan, kegotong royongan dan nilai-nilai seni budaya lokal sebagai akar budaya nasional diantara anggota MPU.
Pantaun Reporter Global FM Lombok, para peserta Festival Perkusi Nusantara ini, tampil dengan maksimal, sehingga memukau ribuan penonton yang berdesak – desakan di dalam gedung Taman Budaya Mataram. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang kecewa, karena tidak bisa masuk ke dalam gedung untuk menyaksikan secara langsung atraksi masing – masing provinsi. Peserta perdana yang tampil dari Provinsi Jawa Tengah dengan tarian Kartiko Jati. Disusul, Jawa Timur dengan Tari Gandrung Banyuwangi, DKI Jakarta dengan Pesta Kunjungan, NTB dengan Music Bandolan dan Bali dengan Tari Dukuh Seladri.
Tiga orang tim Pengamat Festival Perkusi Nusantara, yakni Mastakim Biawan, Ruswadi dan Endah Setiorini asal NTB memutuskan 3 penyaji terbaik, antara lain Bali, Jawa tengah dan Jawa Timur. Para penonton berdecak kagum dengan aksi para peserta yang tampil dengan ciri dan gaya khas masing – masing provinsi. Terlebih, tarian, nyanyian dan suara gendang yang ditabuh membuat merinding para penonton. (ozi)

Comments
Post new comment