Skip to Content

Guru Diminta Mandiri Persiapkan Uji Kompete

Sumbawa Besar (Global FM Lombok)-
 
Uji kompetensi yang akan dilakukan para guru calon sertifikasi akhir Februari 2012 pada intinya akan membentuk guru sebagai tenaga pendidik yang professional. Guru professional adalah guru yang memiliki kemandirian. Kemandirian terbentuk dari rasa Percaya Diri (PD) atau tidak ragu dengan kemampuan yang dimiliki. Artinya, sebelum uji kompetensi, para guru dituntut membekali diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup, sehingga ada rasa PD dan mandiri saat menjawab soal.

 
“ Jangan sibuk mencari soal atau membelinya, tetapi para guru harus sibuk menyiapkan diri. Saat uji kompetensi berlangsung juga jangan melirik ke kanan kiri atau mencontek. Itu namanya tidak mandiri dan tidak professional. Bagaimana guru mau diberi sertifikat professional, kalau tidak mandiri,” kata Wakil Bupati Sumbawa Besar, Drs. H. Arasy Muhkan, saat memberikan sambutan pada acara Roadshow Kemitraan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB dengan kabupaten Sumbawa Besar, Jum’at (20/1).
 
Arasy menuturkan, sertifikasi guru itu penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Sumbawa Besar. Adanya guru yang sudah memiliki sertifikasi akan dapat meningkatkan angka kelulusan siswa saat Ujian Nasional (UN) dan dapat meningkatkan nilai siswa di seluruh mata pelajaran (Mapel). Jadi, sertifikasi guru bukan saja memberikan kesejahteraan bagi guru itu sendiri, tetapi memberikan kontribusi terhadap generasi bangsa. Ia berharap, peluang mendapatkan sertifikasi itu harus dapat ditangkap para guru dengan lulus 100 persen di uji kompetensi.
 
Kepala LPMP NTB, Drs. Moh. Irfan, MM, mengutarakan, dari peta pendidikan nasional, kompetensi dan mutu guru NTB masih berada dibawah standar pelayanan pendidikan. Di mana, kompetensi dan mutu guru NTB berada di angka 1,67 persen. Sementara, rata-rata kompetensi dan mutu guru secara nasional 3 persen. Melihat peta pendidikan NTB secara nasional itulah membawa kekhawatiran bagi LPMP NTB. Sebab, secara nasional diprediksi hanya 40 persen guru di NTB akan lulus uji kompetensi.
 
“ Melihat kondisi real itu, maka LPMP NTB merasa terpanggil untuk memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh guru calon sertifikasi di kabupaten/kota se-NTB. Kami sudah banyak memberikan pelatihan kepada assessor, pengawas, kepala sekolah (Kepsek) dan guru. Tetapi jika dianggap masih kurang, maka mintalah ke kami. Sebab, kami hanya ingin 5.788 guru calon sertifikasi tahun 2012 ini lulus semua,” tegasnya.
 
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sumbawa Besar, H. Hasan Basri, mengatakan, tujuan sertifikasi guru sesuai dengan UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Sertifikasi guru telah berlangsung dari tahun 2007 dan tahun 2012 ini merupakan tahun ke -7 dengan aturan yang berbeda. Jumlah guru bersertifikasi di Kabupaten Sumbawa Besar sebanyak 2.773 orang dari total 4.115 guru. Sementara, kuota sertifikasi Sumbawa Besar sebanyak 493 orang.
 
“ Saya ingatkan agar para guru tidak tertipu dengan lembaga yang mengatasnamakan LPMP, Universitas Mataram (Unram), Diknas atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar bimbingan teknis uji competensi dengan cara membayar. Kami menerima laporan dari beberapa orang guru dan Kepsek, setelah di cross check, semua itu bohong dan penipuan. Unram juga tidak pernah melakukan bintek itu. Jadi, kalau ada lagi surat semacam itu, tolong diabaikan saja,” pintanya. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.