Guru Jangan Dijadikan Obyek Bimbel
Mataram (Global FM Lombok)-
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. Ali A Rahim, meminta agar seluruh guru calon sertifikasi tidak mudah percaya dan tertipu dengan praktek pembodohan guru berkedok bimbingan belajar (Bimbel) yang marak terjadi. Bimbel yang digelar oknum-oknum tidak bertanggungjawab itu menarik biaya Bimbel kepada setiap guru yang menjadi peserta. Padahal, Bimbel yang dilakukan tidak menjamin apakah guru tersebut dapat lulus di Uji Kompetensi (UK) yang akan digelar pada minggu ketiga Februari 2012 mendatang.
“ Guru tidak perlu ada Bimbel, karena guru yang selalu memberikan Bimbel kepada siswanya. Kami meminta agar penyelenggara Bimbel kepada guru yang telah menarik biaya untuk dapat dikembalikan uangnya. Satu lagi, jangan sampai guru hanya sibuk mengikuti Bimbel dan melupakan tugas pokoknya, yakni menggelar Bimbel untuk siswanya menghadapi Ujian Nasional (UN),” kata Drs. Ali A Rahim, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (24/1).
Ali menuturkan, para guru calon sertifikasi seharusnya tidak risau dan resah dengan akan digelarnya UK. Sebab, soal UK yang disiapkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memuat 4 kompetensi yang dimiliki guru. Artinya, para guru tinggal mengembangkan dirinya untuk melakukan proses belajar mengajar. Sebagai contoh, bagaimana metode mengajar guru, keperibadian guru dan lainnya. Kisi-kisi soal UK juga dapat dibuka di website dengan alamat www.sergur.kemdiknas.go.id .
Daripada mengikuti Bimbel yang illegal lanjut Ali, sebaiknya para guru mendownload kisi-kisi soal UK dari internet dan membuat kelompok-kelompok belajar sesama guru untuk membahasnya. Selain itu, PGRI NTB telah membuat Tim Penguatan untuk mengawal guru calon sertifikasi tahun 2012 ini. Dalam waktu dekat, tim tersebut akan turun langsung ke kabupaten/kota se-NTB untuk melakukan penguatan kepada para guru calon sertifikasi. Jangan sampai, para guru calon sertifikasi terus dijadikan obyek Bimbel oknum tidak bertanggungjawab.
“ Tahun 2012 ini, kami menekankan kepada seluruh guru anggota PGRI untuk dapat menguasai Ilmu Teknologi (IT). Di mana, setiap guru, baik di perkotaan hingga daerah terpencil, hendaknya melek IT dengan memiliki laptop atau computer. Kami mendukung langkah Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, agar pemerintah melalui Dikpora di tingkat kabupaten/kota dapat menganggarkan dana untuk peningkatan professionalisme guru di NTB,” paparnya. (ozi)

Comments
Post new comment