Guru SMK Harus Segera Disiapkan
Mataram (Global FM Lombok) –
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Drs. Ali A Rahim, mengungkapkan, guru SMK harus segera disiapkan sebagai perangkat lunak menuju program pemerintah untuk memperbanyak sekolah SMK di Indonesia, termasuk NTB. Dimana, tahun 2013 mendatang, pemerintah menargetkan jumlah SMK dengan SMA, yakni 70 berbanding 30.
” Dalam hal ini, Perguruan Tinggi (PT) di NTB harus bisa menganalisis program studi (Prodi) sesuai dengan yang dibutuhkan pangsa pasar atau lapangan pekerjaan yang tersedia. Artinya, PT harus segera membuka Prodi untuk penyiapan tenaga guru SMK. ” tegas Drs. Ali A Rahim, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (4/8).
Ali mengatakan, lembaga pendidik dan tenaga kependidikan (LPTK) di Univesitas Mataram (Unram) dan lainnya hendaknya bisa memberikan pendidikan dan latihan (Diklat) selama 1 tahun bagi para lulusan S1 untuk bisa menjadi guru siap pakai yang professional. Jadi, PT tidak saja berorientasi pada out put mahasiswa yang baik, tapi harus juga pada out came atau mahasiswa siap pakai di spesifikasi rumpun mata pelajaran (Mapel) SMK.
” Caranya, PT bisa menjalin kerjasama dengan PT lainnya atau mencontoh PT yang ada di Jogjakarta dan Malang yang sudah bisa mencetak tenaga guru SMK. Tapi, PT juga harus bisa selektif dalam membuka prodi yang sesuai dengan tenaga dosen yang dimiliki. ” imbuhnya.
Paling tidak, para mahasiswa yang dididik dapat menguasai 5 hal, yakni memahami dan mengkaji satuan pendidikan, menelaah mapel sesuai dengan usia siswa, mengetahui metode mapel yang baik, ada evaluasi sebagai alat ukur dan menganalisis alat evaluasi yang dibuat sendiri. Dengan demikian, ada umpan balik antara guru dan siswa terkait pokok bahasan yang diberikan kepada siswa.
” Saat ini, sudah banyak SMK yang akan dibuat, tapi tenaga guru yang ada di sekolah itu tidak sesuai dengan keahlian dan disiplin ilmunya. Hal itu mengakibatkan, siswa SMK banyak yang tidak lulus pada UN tahun ini. ” ungkapnya. (ozi)

Comments
Post new comment