Skip to Content

Hasan Hembilo Orang Pertama Pendaki Gunung Tambora (4)

Dompu (Global FM Lombok) –
 
Hasan Hembilo adalah orang yang pertama kali melakukan pendakian gunung Tambora dan membuka jalur pendakian melalui Dusun Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Hasan merupakan warga asli Dusun Pancasila. Saat mendaki dengan 3 orang warga Negara asing (Bule), Hasan menghembuskan nafas terakhir, karena penyakit sesak nafas yang dideritanya. Hasan meminta dirinya tidak dibawa pulang dan dikubur di gunung Tambora saja. Hasan berpesan agar keluarganya diberi kabar atas kematiannya. Dengan alat seadanya 3 orang bule itu kemudian menguburkan Hasan dengan kedalaman hanya 30 citemeter dan ditindih dengan batu – batuan.

 
Wakil Ketua Kelompok Masyarakat Pecinta Alam (KMPA) Kempo, Edy Budimansyah, mengatakan, setelah kematian Hasan Hembilo, banyak masyarakat yang melakukan pendakian gunung Tambora melalui dusun Pancasila. Pada tahun 2008, Bupati Dompu mengerahkan para pecinta alam (PA), TNI dan masyarakat umum untuk membuat jalur baru melalui Dorongcanga. Upaya itu berhasil, sehingga saat ini jalur pendakian gunung Tambora menjadi dua, yakin dusun Pancasila dan Doroncanga. Menuju puncak gunung Tambora terdapat 6 pos yang masing – masing pos dapat ditempuh sekitar 2 jam dengan berjalan kaki. Gunung Tambora yang merupakan gunung tertinggi di Asia mencapai 4.200 meter dan setelah meletus menjadi 2.851 meter.
 
Sebelum mencapai puncak, terdapat kampung Tambora yang seluruh masyarakatnya meninggal dunia, karena terkubur saat meletusnya gunung Tambora pada 10 april 1815 silam. Hilangnya kota Tambora disebut masyarakat dunia sebagai Pompeii of the east. Kota Pompeii dan seluruh penghuninya terkubur sedalam 23 meter akibat letusan gunung Vesuvius di Italia. Pada tahun 2006, masyarakat ummat Hindu membangun sebuah pura terbesar NTB di gunung Tambora. Pura itu banyak dikunjungi ummat Hindu asal NTB dan Bali saat hari besar hindu. Masyarakat masih mempercayai adanya hal – hal mistis di gunung Tambora yang dinilai lebih mistis daripada gunung Rinjani, sehingga para pendaki ditekankan untuk berbuat dan berkata baik saat melakukan pendakian.
 
Terdapat dua jenis mata air tawar di danau gunung Tambora, yakni panas dan dingin. Ada juga 9 anak gunung Tambora yang masih aktif. Satu diantaranya telah meletus pada tahun 2004 silam. Kaldera gunung Tambora dengan garis tengah sepanjang 7.000 meter dengan bagian bawah cekungan kaldera 3.500 meter kali 4.000 meter di kedalaman 950 meter. Letusan gunung Tambora membentuk danau yang membentang dari selatan ke utara selebar 800 meter dan dari barat ke timur 200 meter. Pendaki tidak diperkenankan mandi, karena sangat berbahaya dan sudah banyak memakan korban jiwa. Danau itu disebut sebagai Mutilah Halau dengan struktur tanah berupa pasir yang bisa menenggelamkan sesorang yang berada diatasnya. Gunung Tambora masih tergolong gunung aktif strato tipe A.
 
Masyarakat pendaki disarankan berhati – hati saat melewati hutan semak jelateng sepanjang 5 kilometer dari pos 3 hingga 5 atau 7 jam perjalanan. Pohon jelateng itu apabila daunnya yang memiliki duri – duri halus terkena tubuh atau kulit manusia, maka bisa membuat tubuh menjadi panas dan gatal yang amat sangat. Selain itu, saat musim penghujan banyak temukan lintah darat yang menempel di semak – semak dan pohon. Pendaki juga disarankan membawa perlengkapan kaos kaki, tangan, tenda, sleeping bed dan lainnya, karena di gunung Tambora hawanya sangat dingin. Di gunung Tambora, juga terdapat bunga abadi (edelweiss) yang tidak boleh diambil dengan cara mencabut pohon beserta akarnya, agar populasinya tidak cepat punah. Masyarakat pendaki hanya boleh mengambil bunga edelweiss dengan mengambil ranting – rantingya.
 
Musim pendakian gunung Tambora berada pada bulan Juni – September. Puncak pendakian pada bulan Agustus saat peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia, karena para pendaki biasanya melakukan upacara bendera di gunung Tambora. Pendaki kebanyakan kalangan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Wisatawan mancanegara (Wisman) yang melakukan pendakian di gunung Tambora berasal dari Vietnam, Singapura, Inggris, Belanda, Prancis dan German. Mereka biasanya melalui travel agent dengan produk wisata minat khusus. Bagi para pendaki dikenakan karcis masuk sebesar Rp 10.000 per orang.
 
Ketua Kelompok Pecinta Alam Tambora (K-PATA), Saiful Bahri, menambahkan, bagi wisatawan yang melakukan pendakian disediakan jasa porter (pengangkut barang) dari dusun Pancasila. Terdapat sebanyak 30 porter, termasuk 5 orang porter perempuan dengan tariff Rp 100 ribu per hari bagi tamu local dan Rp 150 ribu per hari bagi tamu asing. Tidak ada pemandu wisata (Guide) special gunung Tambora dari masyarakat setempat, karena biasanya para Guide dari Travel Agent dan biro perjalanan lainnya. Hal itu disebabkan belum adanya pembinaan khusus Guide atau porter dari kalangan pemerintah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB.
 
Di dusun Pancasila yang merupakan jalur utama pendakian gunung Tambora belum dilengkapi dengan posko maupun gapura selamat datang. Tidak seperti jalur pendakian gunung Rinjani, seperti Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang dilengkapi posko, gapura dan fasilitas pendakian lainnya. Pemerintah baik Kabupaten Dompu ataupun Provinsi diharapkan dapat membangun posko dan gapura selamat datang. Posko itu tentunya bisa dilengkapi dengan fasilitas pendakian, seperti tenda, tongkat, sleeping bed, tas rangsel dan sebagainya yang bisa disewakan. Saat ini yang dipakai sebagai posko adalah rumah penduduk dengan fasilitas yang minim. Hotel melati dengan 15 kamar hanya ada di Desa Kadindi berjarak 5 kilometer dari dusun Pancasila. (ozi) 

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.