Inflasi 2011 Diperkirakan 5 Persen Plus Minus Satu
Jakarta (Global FM Lombok)-
Pejabat dari Direktorat Kebijakan Moneter (DKM) Bank Indonesia (BI), Cahyaningtyas, mengatakan, pihaknya memprediksi inflasi inti (core inflation) 2011 tidak akan lebih dari 5% plus minus 1. Hal itu akan berpengaruh pada inflasi inti, yakni kenaikan ekspetasi inflasi akibat kenaikan harga-harga pangan. Pada 2009-2010, lanjut Perry, inflasi bisa terkendali antara lain karena apresiasi rupiah.
“ Tapi, di 2011 telah terjadi kenaikan harga komoditas internasional dan domestik sehingga bisa mendorong inflasi (headline inflation yang menghitung total inflasi),” kata Cahyaningtyas, bersama Tim Tim Relasi Media, Edhie Hariyanto, saat kunjungan Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forta Ekbis) NTB, di Jakarta, Sabtu (12/11).
Cahyaningtyas menuturkan, banyak hal yang menjadi penyebab laju Inflasi. Melambungnya ekspektasi inflasi 2011 telah jadi momok bukan hanya di pasar modal tapi juga sektor riil. DPR bahkan membentuk Pansus Inflasi. Inilah berbagai ramalan inflasi 2011. Saat ini belum bisa mempengaruhi inflasi inti. Inflasi inti adalah hitungan inflasi yang mengeluarkan faktor harga energi dan makanan yang cenderung bergerak volatile.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2010 dan laju inflasi year on year (Desember 2010 terhadap Desember 2009) masing-masing 6,96%. Selanjutnya, Wakil Presiden (Wapres), Boediono menilai target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, sebesar 6,4%, terlalu rendah jika melihat besarnya potensi ekonomi yang seharusnya bisa tumbuh hingga 7-8% per tahun. Sebab, potensi ekonomi sebenarnya luar biasa. Banyak yang bisa dicapai dengan langkah-langkah tertentu. (ozi)

Comments
Post new comment