Skip to Content

Investor Asing Lebih Serius Daripada Investor Dalam Negeri

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM, mengatakan, investor asing lebih serius berinvestasi di NTB, daripada investor dalam negeri. Hal itu dapat dilihat dari data yang ada, yakni realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 3,1 juta dollar AS atau 71 persen dari target Rp 4,4 juta dollar AS. Sementara, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya terealisasi Rp 0,94 triliun atau 23 persen dari target Rp 4,1 triliun.

 
“ Dalam hal ini, pihak kabupaten/kota se – NTB diminta untuk lebih seletif dan berhati – hati dengan adanya investor dari dalam negeri. Sebab, tidak sedikit lahan yang terlantar akibat perusahaan – perusahaan dalam negeri tersebut. “ pinta Ir. H. Badrul Munir, MM, saat memimpin rapat koordinasi investasi NTB, di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Sabtu (13/2).
 
Badrul mengatakan, perlu dilakukan tindakan tegas bagi para perusahaan yang menelantarkan lahan di NTB. Selain itu, Badan Penanaman Modal (BPM), staf ahli Gubernur NTB bidang Investasi dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat berkoordinasi dan memvalidasi data lahan terlantar di NTB. Sebab, data yang disuguhkan BPN NTB masih ada perbedaan dengan BPN di tingkat kabupaten/kota se – NTB, akibat data yang disajikan dari tahun 2002 hingga 2006. Keterlambatan data itu lanjut Badrul, diberikan waktu paling lambat tanggal 1 maret 2010 harus sudah kelar.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberdayaan Masyarakat BPN NTB, H. Jamaludin Badan, menyebutkan dari tahun 2002 hingga 2006 tercatat 139 perusahaan atau lembaga berbadan hukum menelantarkan tanah yang menghambat pertumbuhan investasi. Sekitar 18 ribu hektare tanah di hampir seluruh kabupaten/kota se – NTB ditelantarkan investor dalam negeri.
 
Dirincikan, Lobar 14 perusahaan seluas 318,0030 hektar, Lombok Utara 10 perusahaan 280,1066 hektar, Loteng 12 perusahaan 484,9706 hektar, Lotim 9 perusahaan 288,4460 hektar, Sumbawa Barat 5 perusahaan 49, 0962 hektar, Sumbawa 11 perusahaan 758,5280 hektar, Dompu 21 perusahaan 10.163,884 hektar dan Bima 13 perusahaan 5.769,8700 hektar.
 
Disajikannya data tahun 2002 hingga 2006 jelas Jamaluddin, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 36 tahun 1998 tentang Penertiban Tanah Terlantar. Dimana, perusahaan yang menelantarkan lahan diberikan peringatan 3 kali dengan masing – masing peringatan 1 tahun, sehingga perusahaan itu tidak bisa segera di tindak tegas. Tapi, dengan keluarnya PP No. 10 tahun 2010 yang merupakan perubahan PP No. 39 tersebut, ditegaskan, peringatan diberikan 3 kali dengan interval waktu masing – masing 1 bulan, sehingga akan cepat ditindak tegas, bagi investor yang nakal. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Hadapi Pemilu, PAN NTB Konsolidasi Total

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPD PAN NTB sedang melakukan sebuah konsolidasi total dari tingkat daerah hingga tingkat masyarakat terkecil yakni RT. Pihaknya akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) ditingkat kecamatan hingga Muswarah Ranting (Musran) ditingkat desa, pembentukan rayon ditingkat dusun serta sub rayon ditingkat RT.

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.