IPO Akan Dilakukan Pascatransaksi 7 Persen Saham NNT
Mataram (Global FM Lombok) -
Presiden Direktur (Presdir) PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) Martiono Hadianto, mengungkapkan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseoroan yang digelar tanggal 19 Agustus 2010 di Jakarta memutuskan untuk menyetujui pelepasan 10 persen saham PT NNT dilakukan dengan cara Initial Public Offering (IPO). RUPSLB itu diikuti 82,3 persen pemegang saham dengan angenda pembahasan rencana IPO dan pembiayaan dari sektor perbankan.
” Salah satu pemegang saham PT NNT, yakni PT Pukuafu Indah (PI) tidak hadir dengan sikap yang dinilai tidak sesuai dengan aturan main perusahaan. Dimana, PT. PI melayangkan surat protes dan menyatakan tidak menyetujui rencana tersebut. ” jelas Martiono Hadianto, di sela ramah tamah dan buka puasa bersama management PT NNT di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Rabu (25/8).
Martiono menjelaskan, setuju atau tidak setujunya rencana IPO merupakan hak pemegang saham, tapi harus dilakukan pada saat rapat RUPSLB, bukan melalui surat. Tindakan PT PI itu sudah menyalahi aturan main pemegang saham, sehingga surat protes yang dilayangkan tidak berarti. Artinya, rencana IPO akan tetap dilaksanakan dan sesuai permintaan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, melalui Multi Daerah Bersaing (MDB) akan dilakukan pascatransaksi pelepasan 7 persen saham PT. NNT. Paling tidak pelepasan IPO ke public akan dilakukan pada triwulan I tahun 2011.
Lebih jauh Martiono memaparkan, pelaksanaan penawaran umum saham perdana (IPO) tidak akan mengurangi kepemilikan saham nasional Indonesia pada perusahaan tambang tersebut. Sebab, rencana IPO NNT itu sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia dalam menyikapi kepemilikan saham di PT NNT. Adanya IPO, kepemilikan saham di masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat NTB akan semakin terbuka luas dan bernilai.
PT PI memiliki 20 persen saham PT NTT, yang kemudian berdasarkan catatan perseroan, kini Pukuafu hanya mempunyai 17,8 persen saham setelah 2,2 persen dikuasai PT Indonesia Masbaga Investama (IMI). Sementara 56 persen saham lainnya dikuasai Nusa Tenggara Partnership, dan 24 persen PT MDB, yang nantinya akan menambah 7 persen saham lagi sehingga pada akhir tahun 2010 nanti PT MDB akan menguasai 31 persen saham PT NNT.
PT NNT beroperasi berdasarkan Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani pada tanggal 2 Desember 1986, namun tahapan konstruksi proyek Batu Hijau itu baru dimulai pada tahun 1996 dengan dana awal sebesar 1,8 miliar dolar AS. PT NNT beroperasi penuh mulai Maret 2000 dan akan berakhir tahun 2020 mendatang. (ozi)

Comments
Post new comment