Skip to Content

Jaksa Agung Kunjungi Kejati NTB

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Dalam rangka menyongsong reformasi ditubuh Kejaksaan, Jaksa Agung Republik Indonesia, Hendarman Suapandji mengunjungi Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB, rabu pagi. jaksa Agung didampingi istri serta sejumlah pejabat pusat, seperti Kapuspenkum, Kabag TU Pimpinan, Ajudan beserta Pengawal Khusus (Walsus). Kunjungan ini untuk mempelajari kondisi, situasi, dan kinerja Kejati NTB beserta seluruh kejaksaan Negeri (Kejari) di NTB.

 
” Tujuan kunjungan kerja yakni untuk merubah pola pikir, dan kinerja Kejaksaan. Untuk mewujudkan hal tersebut tambahnya, harus ada perubahan struktur organisasi didalam tubuh Kejaksaan. Selain itu, system kerja juga harus sesuai dengan standar Operasi (SOP) dengan batasan-batasan waktu yang telah ditentukan. ” kata Jaksa Agung RI, Hendarman Supandji, saat menggelar jumpa pers di Kejati NTB, Rabu (10/3).
 
Hendarman melanjutkan, diharapkan Kejati NTB bisa mengikuti pola-pola yang diterapkan Kejaksaan Agung (Kejagung) yakni dengan melakukan tiga reformasi pokok, struktur organisasi diperkecil, system dibangun dengan melakukan remunerasi, serta menerapkan punish and reward terhadap kinerja para jaksa. Kinerja kejaksaan juga diharapkan bisa berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan para jaksa.
 
Untuk mewujudkan hal tersebut menurut Hendarman, pihaknya telah mengajukan anggaran kesejahteraan kepada Negara minimal sebesar Rp 10 triliun. Namun hal tersebut belum bisa direalisasikan sepenuhnya. Saat ini lanjutnya, Negara baru bisa memberikan anggaran yang telah disahkan sebesar Rp 2,5 triliun.
 
Informasi yang diterima Global FM Lombok, Jaksa Agung beserta rombongan tiba di NTB selasa (9/3) sore kemarin melalui Bandara Selaparang Mataram dan langsung menuju penginapannya di villa The Sentosa Hotel and Resort Senggigi. Rencananya Jaksa Agung akan langsung terbang menuju Jakarta rabu (10/3) siang usai melakukan inpeksi di Kejati NTB serta Kejari.
 
Menurut hasil survey Political and Economic Risk Consultancy (PERC), Indonesia dinominasi sebagai Negara Terkorup di Asia Pasifik. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki pondasi serta tidak ada hal yang cukup signifikan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap upaya pemberantasan korupsi. Sementara itu, Jaksa Agung Hendarman Supandji menegaskan, tindak pidana korupsi yang terbesar dinegara Indonesia adalah terdapat pada instansi pelayanan publik.
 
Hendarman tidak berani membenarkan terkait hasil survei yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara terkorup di Asia Pasifik. Ia juga tidak berani membantah kebenaran hasil survey tersebut jika melihat kondisi Indonesia saat ini yang masih banyak terjadi tindak pidana korupsi terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.
 
Maraknya indikasi korupsi pada pelayanan publik dicontohkan Hendarman, seperti di pintu masuk pelabuhan, terminal, pelayanan pembuatan KTP dll, yang masih membebani masyarakat. Hal itu memang nampak kecil dan sepele, namun ditegaskannya, hal tersebut merupakan awal mula terjadinya korupsi yang lebih besar.
 
Dalam melakukan pemberantasan korupsi dikatakan Hendarman, penegakkan hukum yang dilakukan instansi penegak hukum seperti Jaksa, Polri, dan KPK yakni terkait korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Dalam melakukan pembuktian korupsi pengadaan barang dan jasa menurut Hendarman, instansi penegak hukum merasa kesulitan.
 
” Oleh karena itu dijelaskannya, dibutuhkan reformasi birokrasi untuk menekan terjadinya korupsi serta perlu melakukan tindakan preventif. Hingga saat ini Kejaksaan tengah menangani sedikitnya 1600 perkara korupsi dalam pengadaan barang dan jasa diseluruh Indonesia. Indeks korupsi tertinggi tegasnya, terjadi dipelayanan publik. ” pungkasnya. (Lan)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.