Jalan Gili Trawangan Rusak Parah
Tanjung (Global FM Lombok)-
Gili Trawangan merupakan salah satu dari tiga gili yang menjadi destinasi unggulan NTB yang mampu memberikan 60 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebesar Rp 25 miliar per tahun. Pengunjung tiga gili, termasuk Gili Trawangan didominasi dari wisatawan mancanegara (Wisman) yang mencapai 300 ribu orang per tahun. Tidak salah kemudian, kawasan tiga gili, khususnya Gili Trawangan tidak pernah sepi pengunjung, walau pada musim sepi (low season).
Gili Trawangan menjadi obyek wisata berkelas internasional yang cukup terkenal di dunia. Namu sayang, obyek wisata berkelas dunia itu menyisakan beberapa masalah yang sangat mengganggu kenyamanan wisatawan. Salah satunya, hampir 70 persen jalan di Gili Trawangan rusak parah. Di beberapa titik terlihat genangan air hujan setinggi betis orang dewasa, karena kondisi jalan yang berlubang. Terlebih, hampir 50 persen kondisi jalan berupa tanah, sehingga jalan menjadi berlumpur.
Salah seorang wisatawan asal Australia, Natalie, mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan di Gili Trawangan. Ritual yang selalu ia lakukan saat berkunjung ke Gili Trawangan, yakni berkeliling pulau menggunakan sepeda gayuh. Akibat jalan yang becek, berlumpur dan tergenang air membuatnya harus ektra hati-hati agar tidak terjatuh. Sebab, tidak sedikit wisatawan yang terjatuh dari sepeda gayuhnya saat melintasi jalan rusak tersebut.
Tidak saja wisatawan, para kusir cidomo di Gili Trawangan juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, seperti yang diungkapkan salah seorang kusir cidomo, Nursah. Ia mengaku, kaki kudanya sering terkilir dan keseleo saat mengantarkan tamu. Akibat kaki kuda keseleo, maka wisatawan yang menjadi penumpang cidomo ikut terjatuh dan cedera. Kaki kuda yang cedera segera di pijat dari tukang pijat kuda dan lukanya diobati. Ternyata banyak juga cidomo lain yang terjatuh.
General Manager (GM) Queen Villa Gili Trawangan, Goya A Mahmud, juga mengeluhkan hal yang sama. Selain jalan, Goya menyoroti masalah penerangan jalan di sepanjang kawasan Gili Trawangan yang gelap gulita. Menurutnya, banyak wisatawan yang jalan-jalan mengelilingi pulau hingga malam hari. Akibat jalan penerangan yang tidak ada, membuat banyak wisatawan mengeluh dengan kondisi tersebut.
“ Selain jalan, pemerintah hendaknya memasang lampu penerangan jalan di sepanjang jalan gili Trawangan. Saat ini, jalan penerangan di pasang para pelaku wisata yang kebetulan berada di lokasi usahanya. Tetapi di tempat-tempat umum, belum dipasangi. Kami meminta agar pemerintah bisa menyediakanya sebagai upaya memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan,” pintanya. (ozi)

Comments
Post new comment