Jangan Lawan Produksi China Masuk Indonesia
Mataram (Global FM Lombok) –
Kesepakatan perdagangan bebas antara Negara Asean dengan China yang sudah ditandatangani dan mulai berlaku tahun 2010 ini, tidak bisa dilawan atau ditolak. Masyarakat Indonesia mau tidak mau harus bisa belajar dengan China. Selain itu, Indonesia perlu menjalin kemitraan dengan perusahaan dan industry China dalam memproduksi produk – produk yang berkualitas. Sebagai langkah awalnya, masyarakat jangan terlalu membeli barang yang sudah jadi dari China, tapi hendaknya bisa dibuat atau dirakit sendiri.
” Para siswa SMK akan dididik bisa merakit spare part yang dibeli dari China untuk kemudian menjadi sebuah produk dengan label buatan Indonesia. ” kata Direktur Jenderal Pembinaan SMK, Management Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas RI, Dr. H. Joko Sutrisno, disela acara Workshop Pembiayaan Pendidikan di Aula SMKN 2 Mataram, Sabtu (23/1).
Joko memaparkan, membeli produk jadi akan lebih mahal dibanding merakit sendiri. Perbedaan biaya itu akan menjadi keuntungan, sehingga dapat mensejahterakan para pekerja di Indonesia. Produk dalam negari yang dirakit siswa SMK akan bisa menghasilkan produk berkualitas dan dapat bersaing dengan produk lainnya. Indonesia merupakan Negara dengan pangsa pasar yang besar, sehingga teknisinya perlu dari Indonesia dan dijual di Indonesia juga.
Joko menambahkan, terdapat kebijakan presiden RI, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono, yang ingin membuat SMK bukan sekedar tempat menuntut ilmu, tetapi menjadi tempat pencetak tenaga kerja dan membuat lapangan pekerjaan bagi para lulusan SMK. Saat ini, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas yang dimiliki SMK, sehingga SMK bisa menjadi solusi perekonomian nasional.
Betapa tidak, sedikitnya 1,5 juta orang siswa dan mahasiswa yang mencari pekerjaan setiap tahunnya dari siswa SMA dan mahasiswa di sejumlah Perguruan Tinggi (PT). Diperkirakan, sekitar 600 ribu – 750 ribu menganggur setelah lulus sekolah dan kuliah. Tapi, bagi siswa lulusan SMK dapat lebih gampang mendapatkan pekerjaan, sehingga sekolah SMK perlu diperbanyak jumlahnya dibanding SMA. (ozi)

Comments
Post new comment