Jerman Siapkan Dana 160 Miliar Euro Untuk Program JERIN
Mataram (Global FM Lombok)-
Proyek seri Jerman – Indonesia (JERIN) dipandang sangat strategis untuk memantapkan sejumlah program yang dibutuhkan oleh masyarakat. Program ini sudah berlansung selama 50 tahun yakni saat dimulainya program kerjasama JERIN dari tahun 1961 silam. Selama tahun 2011 sebanyak 3,4 miliar euro telah digelontorkan untuk program ini. Bahkan Jerman telah menyiapkan dana sebesar 160 miliar euro untuk melanjutkan kerjasama kedepan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kerjasama Pembangunan Kudutaan Besar Federal Jerman untuk Indonesia, Andreas Beckermann dalam kegiatan pembukaan pameran proyek JERIN yang berlansung di Arena Budaya Unram, Senin (16/01). Andreas mengatakan, pameran serupa akan dilaksanakan juga di beberapa kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Surabaya, Makassar serta Balikpapan.
Ia mengatakan, kerjasama pembangunan memainkan peran yang krusial dalam konteks hubungan Indonesia – Jerman. Melalui kerjasama ini, pengembangan kapasitan Indonesia untuk meningkatkan serta memperluas prasarana termasuk penciptaan lapangan kerja yang berkualitas sudah terbangun. Kerjasama ini juga mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan membantu menghadapai dampak perubahan iklim.
Ada tiga fokus area kerjasama pembangunan dengan berbagai institusi pemerintahan yakni dalam program desentralisasi dan tatapemerintahan yang baik. Focus area ini ditujukan untuk mendukung suksesnya transisi demokrasi Indonesia, anti korupsi serta pelayanan public untuk seluruh warga Negara. Selain itu ada program perubahan iklim, dimana Indonesia dan Jerman bekerjasama menciptakan ekonomi rendah karbon serta melestarikan keanekaragaman hayati untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Dan yang terahir, proyek JERIN memfokuskan diri pada pengembangan sector swasta. Diharapkan sector swasta mampu berkontribusi dalam menciptakan kondisi-kondisi kerangka kerja untuk sector swasta termasuk wirausaha kecil dan menengah demi menciptakan lapangan kerja. Focus area ini adalah terkait dengan pertumbuhan inklusif.(ris)-

Comments
Post new comment