Jumlah SMK NTB Meningkat 10 Persen Pertahun
Mataram (Global FM Lombok) –
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Drs. H. Ma’shum, MM, menyebutkan, jumlah SMK di NTB mengalami peningkatan sekitar 9 – 10 persen per tahun. Hal itu dinilai suatu yang mengembirakan dalam upaya meningkatkan jumlah SMK sebesar 60 persen pada tahun 2012 mendatang. Sebab, program pemerintah pusat, jumlah SMK akan lebih diperbanyak daripada SMA, yakni 60 persen SMK dan 40 persen SMA.
” Kondisi yang ada di NTB saat ini, jumlah SMK masih berbanding terbalik, yakni 40 persen SMK dan 60 persen SMA. Artinya, menjadi tugas berat selama 2 tahun kedepan mewujudkan program pemerintah pusat itu. ” sebut Drs. H. Ma’shum, MM, saat memberikan sambutan pada acara Workshop Pembiayaan Pendidikan, di Aula SMKN 2 Mataram, Sabtu (23/1).
Ma’shum mengungkapkan, jumlah SMK pada tahun 2010 sebanyak 162 buah baik negeri dan swasta dengan mengacu pada 73 program jurusan yang dikembangkan. Jumlah SMK akan terus ditambah sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) NTB sangat besar dalam dunia pendidikan, seperti pemberian dana beasiswa bagi para siswa kurang mampu tingkat dasar hingga SMA sederajat sebesar Rp 80 milyar. Dana itu berasal dari dana sharing antara provinsi dengan kabupaten/kota se – NTB.
Bagi 2.500 orang mahasiswa kurang mampu, termasuk 500 orang guru yang ingin melanjutkan ke jenjang S1 hingga S3 lanjut Ma’shum diberikan beasiswa juga. Hal itu dalam upaya meningkatkan kualitas SDM NTB dan guru. Khusus 6 buah SMK bertaraf internasional, diberikan dana pembinaan sebesar Rp 600 juta. Diberikan juga dana bantuan kreasi bagi siswa SMK sebesar Rp 316 juta dan pemantapan kurikulum siswa Rp 300 juta.
” Keberpihakan agaran kepada pendidikan, diharapkan akan dapat mendongkrak Indeks Prestasi Manusia (IPM) NTB dari urutan kedua menjadi papan tengah di tingkat nasional. Dalam hal ini, SMK juga diharapkan akan mempu menjadi solusi perbaikan ekonomi daerah NTB. ” harapnya. (ozi)

Comments
Post new comment