Skip to Content

Kawan NTB Kutuk Kekerasan Terhadap Wartawan Dance Henukh

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Puluhan wartawan dan lembaga pers mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Wartawan (Kawan) NTB menggelar aksi solidaritas atas kekerasan yang menimpa salah seorang wartawan Rote Ndao News, Kupang NTT, Dance Henukh yang menewaskan anaknya, di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) NTB. Dalam orasinya, mereka meminta agar semua pihak dapat menghentikan bentuk-bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap wartawan di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Hal itu telah melanggar kebebasan pers yang diatur dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

 
“ Kami mengutuk setiap intimidasi dan kekerasan yang berujung pada tewasnya wartawan maupun keluarganya. Perbuatan-perbuatan itu telah mencoreng kebebasan pers dan merugikan masyarakat, karena pers adalah corong masyarakat. Terhadap kasus itu, kami meminta agar aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan pelakunya dapat dihukum setimpal sesuai dengan perbuatannya,” tegas Koordinator Kawan NTB, Abdul Latief Apriaman, saat berorasi di Mapolda NTB, Jum’at (16/12).
 
Latief menuturkan, pers harus dihormati sebagai salah satu pilar demokrasi Indonesia. Adanya kasus intimidasi dan kekerasan terhadap pers, tidak akan dapat menyurutkan semangat perjuangan kalangan pers untuk menjadi media control terhadap pemerintah atau siapa pun yang menyalahi aturan. Tentunya, setiap intimidasi dan kekerasan itu harus terus dilawan. Jika ada yang keberatan terhadap pemberitaan media, maka ada sejumlah langkah yang bisa ditempuh. Salah satunya, menggunakan hak jawab di media bersangkutan, bukan main hakim sendiri sampai membawa kematian.  
 
Setelah beberapa orang wartawan dari organisiasi wartawan, seperti AJI, PWI, IJTI dan PERWAMI menggelar orasi, para wartawan kemudian menaburkan bunga rampai, melepas ID Card dan Camera sembari menyanyikan lagu perjuangan. Aksi ini sebagai bentuk turut berduka cita atas meninggalnya anak wartawan Dance Henukh. Selanjutnya, beberapa orang wartawan dan mahasiswa menggelar aksi treaterikal yang menggambarkan bentuk-bentuk indimidasi dan kekerasan terhadap seorang wartawan.
 
Seperti diketahui, Aksi kekerasan terhadap wartawan Rote Ndao News Dance Henukh yang disertai dengan aksi pembakaran kediaman korban itu terjadi pada Minggu (11/12) dan Senin (12/12) dini hari di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao, Pulau Rote, sekitar 40 mil dari Kupang, oleh orang-orang tidak dikenal. Aksi kekerasan itu anaknya Gino Novitri Henukh yang berusia sebulan meninggal.
 
Dance mengaku belum tahu persis tentang motif yang menjadi pemicu terjadi kasus, namun ia menduga kasus tersebut ada kaitannya pemberitaan di medianya menyakut dugaan korupsi alokasi dana desa (ADD) yang digunakan untuk membangun kantor desa, serta pemberitaan dugaan korupsi pembangunan rumah transmigrasi lokal di Rote Ndao.

" Anak saya lahir 15 November 2011, baru berusia sebulan. Malam itu dia sangat shok sehingga kejang-kejang, dan sekitar 30 menit kemudian meninggal. Sebelum penyerangan, saya sempat didatangi sejumlah orang yang mengancam akan membakar rumah dan menghabisi nyawa saya. Saya tidak kenal mereka, namun dugaan saya, mereka adalah orang suruhan," kata Dance. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.