Skip to Content

Kelulusan WB di Kota Mataram Capai 95 Persen

Mataram (Global FM Lombok) –
 
Wali Kota Mataram HM. Ruslan mengatakan, tidak ada lagi warga Kota Mataram yang tidak bisa membaca dan menulis. Ini jika melihat hasil program Keaksaraan Fungsional (KF), yang menyebutkan 95 persen dari 16.030 warga yang mengikuti program KF telah bebas dari buta aksara. Kendati masih ada lima persen diantaranya, yang dinyatakan tidak lulus KF. Namun itu lebih dikarenakan warga yang mengikuti kegiatan KF, berusia diatas 60 tahun hingga 80 tahun masih dibelajarkan.
 
” Berdasarkan hasil pantauannya pada beberapa lokasi KF, banyak warga yang dibelajarkan berusia diatas 70 tahun, sehingga, dengan kondisi yang terbilang sudah tak mampu lagi baik fisik maupun daya pikir, menjadi faktor utama warga tidak bisa menerima atau menangkap pelajaran yang diajarkan tutor. ” kata HM. Ruslan, dalam sambutannya pada syukuran program KF tahun 2009, di kantor Lurah Pagutan Timur senin (18/1).
 
Ruslan menerangkan, walaupun kebanyakan warga tidak bisa baca dan tulis huruf latin, Ruslan masih berbangga karena warga tetap fasih dan lancar membaca dan menulis huruf arab. Terbukti saat dirinya menyodorkan Al Qur’an, warga sangat lancar membaca ayat-ayat di kitab suci tersebut. Kendati begitu, ungkap Ruslan, semangat untuk belajar masih tetap melekat pada warga yang berusia lanjut.
 
” Saya bersyukur, sebab program KF dapat berjalan dengan lancar selama 32 hari. Kedepan, lanjutnya, sebagai tindak lanjut program KF ini rencananya warga belajar akan mendapatkan bantuan modal usaha. Ini tidak terlepas dari sudah bisa membaca dan menulisnya warga. Dengan harapan, warga bisa meningkatkan ekonomi keluarga. ” harapnya.
 
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PNFI Dikpora) Kota Mataram, Drs. Ijab Arwadi, menyebutkan, tingkat kelulusan warga belajar (WB) pada program Keaksaraan Fungsional (KF) tahun 2009 mencapai 95 persen. Hanya sebanyak 5 persen dari total WB sebanyak 16.070 orang dinyatakan tidak lulus.
 
“ Jumlah WB yang dinyatakan buta aksara di Kota Mataram pada 6 Kecamatan sebanyak 18.674 orang. Sisanya 2.179 orang WB akan dibelajarkan pada tahun 2010 ini menggunakan dana dari Balai Besar (BB) PNFI Regional VII Bali, NTB dan NTT. “ sebutnya.
 
Ijab mengungkapkan, direncanakan WB yang dibelajarkan melalui dan BBPNFI Regional VII sebanyak 60 kelompok. Sisanya dari dana APBN, APBD provinsi dan ABPD Kota Mataram. Total biaya yang akan digelontorkan dan kapan akan dibelajarkan belum diketahui secara pasti. Tapi, pada pembelajaran WB tahun 2009 dilontorkan dana sekitar Rp 5 milyar dengan jumlah WB sebanyak 16.070 orang.
 
Ijab mengharapkan, tahun 2010 ini, masyarakat yang buta aksara sudah dientaskan, sehingga Kota Mataram sudah bisa menyukseskan program Angka Buta Aksara Nol (ABSANO) NTB. Hal itu akan bisa terwujud apabila seluruh elemen masyarakat, khususnya lembaga penyelenggara, tutor dan WB sendiri dapat bersama – sama mewujudkannya.
 
Seperti diketahui, biaya bagi 1 kelompok sebesar Rp 3,6 juta dengan jumlah WB 10 orang. Biaya – biaya tersebut, seperti biaya penyelenggaraan, transport tutor, transport WB, monitoring dan evaluasi, proses belajar mengajar dan sebagainya. Waktu pembelajaran WB menggunakan system 32 kali pertemuan, sama halnya dengan kabupaten Krawang Jawa Barat (Jabar). (ady/ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.