Kemiskinan di Sumbawa Besar Capai 19 Persen
Sumbawa Besar (Global FM Lombok)-
Wakil Bupati Sumbawa, H. Arasy Muhkan, mengungkapkan, pihaknya terus berupaya untuk mengentaskan angka kemiskinan yang mencapai 19 persen dari sebanyak 419 ribu total penduduk Sumbawa Besar. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni melaksanakan program Sapi, Jagung dan Rumput Laut (PIJAR). Komoditi PIJAR di Sumbawa Besar sangat potensial dan penyumbang terbesar di NTB.
“ Sebelum pemerintah provinsi (Pemprov) NTB menggelontorkan program PIJAR, kami telah melakukannya. Tetapi kami akui potensi cukup besar di PIJAR itu, belum digarap secara maksimal. Hal itu yang meyebabkan angka kemiskinan di Sumbawa Besar masih tinggi, sehingga kami perlu melakukan berbagai upaya,” kata H. Arasy Muhkan, kepada wartawan, di kantornya, Sabtu (21/1).
Arasy menyebutkan, komoditi rumput laut di Sumbawa Besar mencapai 200 ribu ton, jagung 150 ribu ton dan ratusan ribu ekor sapi. Khusus komoditas jagung, minat petani menanam jagung di Kabupaten Sumbawa semakin tinggi, karena harga jagung di pasaran saat ini cukup tinggi mencapai di atas Rp 2.000 per kilogram. Ini cukup menguntungkan petani, karena bisa balik modal (BEP) harga jagung minimal Rp1.050 per kilogram.
Peningkatan pendapatan petani dari hasil tanaman jagung lebih cepat dibandingkan dengan komoditas lainnya, karena produktivitas tanaman jagung di daerah ini cukup tinggi mencapai delapan hingga 12 ton per hektare. Ini jauh berbeda dengan produktivitas tanaman kacang hijau kurang dari satu ton per hektare. (ozi)

Comments
Post new comment