Skip to Content

Komakrat NTB Nilai Pemerintahan BARU Gagal

Mataram (Global FM Lombok)-
 
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa untuk Rakyat (Komakrat) NTB kembali menggelar aksi di depan kantor Gubernur NTB. Dalam aksinya, mereka masih mempertanyakan sikap Gubernur NTB terkait kasus penembakan warga Sape, Bima dan meminta agar SK Bupati Bima dicabut. Selain itu, mereka menilai pemerintahan Tuan Guru Bajang-Badrul Munir (BARU) selama 3 tahun telah gagal.

 
“ Kami tetap melawan segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat, apalagi sampai terjadi penembakan di Sape, Bima. Tegakkan supremasi hukum di NTB. Usut tuntas penembakan warga Bima. Copot Kapolda NTB dan Bupati Bima. Kami menolak tegas segala jenis izin tambang di NTB,” teriak coordinator aksi, Usman Manto, saat berorasi, di depan kantor Gubernur NTB, Kamis (29/12).
 
Menurut Usman, gagalnya pemerintahan BARU terlihat dari berbagai program unggulan NTB yang tidak berjalan optimal. Padahal program-program itu telah melalui proses Musrenbang dan RPJMD, seperti NTB Bumi Sejuta Sapi (BSS), Sapi Rumput Luat dan Jagung (PIJAR), Angka Kematian Ibu Nol (AKINO), Angka Drop Out Nol (ADONO), Angka Buta Aksara Nol (ABSONO) dan lainnya. Program itu tidak dapat mendongkrat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB dari posisinya 32 di Indonesia.
 
“ Pada kenyataannya, terjadi kasus Disclaimer asset daerah tahun 2010, dugaan kebocoran PAD tahun 2010, bocornya bantuan social (Bansos) Lombok Barat (Lobar), adanya seribuan SD yang bocor yang belum ditangani dan lainnya. Ditengah kemerosotan itu, Pemprov NTB malah memprioritaskan pembangunan Islamic Centre (IC) yang tidak masuk dalam RPJMD. Hal itu dinilai telah keluar dari scenario pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTB,” tegasnya.
 
Para pendemo juga mendesak agar pemerintahan BARU segera melakukan reformasi birokrasi secara total. Sebab, terdapat 10 SKPD yang mendapatkan raport merah terkait kinerja mereka. Selanjutnya, mendesak agar BPK dan Kejaksaan melakukan audit dan penyedikan terkait kebocoran PAD NTB tahun 2011 dan Bansos Lobar tahun 2009.
 
Beberapa jam menggelar aksi, para pendemo tidak ditemui pejabat Pemprov NTB. Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda NTB, L.M. Faozal yang diminta menemui pendemo, ditolak massa aksi. Mereka hanya ingin ditemui Gubernur NTB yang saat itu sedang menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi V DPR RI. Aksi ini membuat penutupan jalan di depan Kantor Gubernur NTB dan dikawal puluhan aparat kepolisian serta sat pol PP NTB. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.