Konsorsium Investor Siap Bangun Perhotelan di Wisata Mandalika Resort
Mataram (Global FM Lombok)-
Pelaku pariwisata NTB H Misbach Mulyadi menegaskan, konsorsium investor pada dasarnya sudah siap membangun sejumlah hotel berbintang dikawasan wisata Mandalika Resort Lombok Tengah (Loteng). Syaratnya pemerintah pusat harus berani menunjuk Lombok sebagai tuan rumah pertemuan KTT APEC 2013 paling tidak sampai ahir Juni ini.
“Saat kawasan Mandalika Resort masih dikuasai oleh PT LTDC, sejumlah perusahaan perhotelan semacam JW Marriot, Ritz Carlton, Sheraton, St Regis maupun Bayan Tree Hotel telah merilik kawasan tersebut untuk dijadikan pusat destinasi wisata dan perhotelan.”kata Misbach Mulyadi kepada Global FM Lombok Senin (20/6).
Menurut Misbach, pihaknya sudah memberikan informasi kepada coordinator konsorsium perhotelan soal potensi pengembangan kawasan wisata Mandalika Resort. Pihak konsorsium masih tertaik ingin membangun perhotelan dikawasan itu asalkan Lombok sudah positif menjadi tuan rumah KKT APEC. Pihaknya juga bersedia mendampingi Gubernur menghadap ke Presiden guna melobi keinginan tersebut.
Ketua komisi III DPRD NTB ini mengatakan, provinsi NTB masuk dalam koridor enam potensi pengambangan kawasan nasional bersama Bali dan NTT. Pemerintah pusat sudah menentukan kawasan Mandalika Resort menjadi Kawasan Ekonomi Ekslusif (KEK). Karena itu jika pemerintah pusat konsekwen dengan penyematan status tersebut maka pengembangan Mandalika Resort harus menjadi prioritas utama.
Ia mengatakan, KTT APEC membutuhkan minimal 2000 kamar dan satu convention hall yang berkapasitas 4000 orang. Investor sudah siap membangun perhotelan dalam jangka waktu 18 bulan kedepan dengan syarat pemerintah pusat memberikan kemudahan investasi seperti pemberian pinjaman pembiayaan komersil. Untuk menyulap kawasan wisata Mandalika ini dibutuhkan biaya tidak lebih dari U$D 400 juta. Dengan kalkulasi dampak ekonomi yang akan ditimbulkan, KTT APEC dinilai lebih positif daripada 7 persen saham NNT yang sedang diperebutkan.(ris)

Comments
Post new comment