Skip to Content

Kontraksi Pertanian Biasa Terjadi

Mataram (Global FM Lombok) -
 
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura NTB, Ir. H. Pending Dadih Permana, mengatakan, kontraksi pertanian angka minus sudah biasa terjadi dan dianggap wajar. Hal itu terjadi akibat fenomena iklim yang mempengaruhi musim tanam di beberapa daerah NTB. Saat ini memang telah terjadi keterlambatan musim tanam di NTB hingga 3 – 4 dasarian  atau 30 – 40 hari.
 
” Akibatnya akan mempengaruhi angka kontraksi pertanian secara macro, karena lahan pertanian NTB masih didominasi dengan tanaman pangan dan perkebunan. Artinya, jika musim panen tiba, maka angka perekonomian pertanian akan meningkat dan bagus. ” kata Ir. H. Pending Dadih Permana, kepada Reporter Global FM Lombok, di Kantor Gubernur NTB, Jum’at (12/2).
 
Dadih mempertanyakan data BPS yang menyebut kontraksi pertanian mencapai -10,77 persen, karena di lapangan tidak seperti itu. Terlebih, pihaknya telah bisa menyelamatkan lahan pertanian seluas 8.200 hektar yang terancam gagal panen. Dimana, telah diberikan bibit unggulan untuk padi dan 62 mesin tanah kepada para petani yang membutuhkan. Kondisi ini juga tidak terlalu parah, jika dibandingkan pada tahun 2006 lalu yang banyak para petani mengalami gagal panen.
 
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Soegarenda, MA, mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) yang digambarkan dalam produk domestic regional bruto (PDRB) NTB triwulan IV-2009 ini dicatat mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Namun, fakta itu didukung karena dimasukkannya sektor pertambangan. Sementara, sektor pertanian sebagai leading sektor ekonomi NTB malah mengalami kontraksi dibandingkan triwulan sebelumnya.
 
Kontraksi sektor pertanian ini dinilai cukup besar, yakni -10,77 persen. Dilihat lagi dari sumber pertumbuhan secara quarter to quarter (q to q) pun dicatat minus, yakni -2,90 persen. faktor Rendahnya pertumbuhan ekonomi sektor pertanian ini diakibatkan musim tanam yang telat. Faktor keterlambatan musim tanam ini berakibat terlambatnya panen. Sekitar 4-5 bulan hujan tidak turun. Kalau musim hujan bagus, diyakini pertumbuhan sektor pertanian ini akan cukup bagus. (ozi)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Dipimpin Sujirman, Fraksi PDIP Absen Ikuti Sidang Paripurna

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Sikap keras fraksi PDI P di DPRD NTB semakin terlihat jelas pada saat sidang paripurna DPRD NTB yang digelar Senin (6/02) pagi dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terhadap dua raperda prakarsa dewan. Seluruh anggota fraksi PDIP absen mengikuti sidang paripurna. Adapun pandangan umum fraksi PDIP diserahkan kepada Sekretaris Dewan tampa dibacakan lansung didalam forum sidang tersebut.

Musda PAN Lotim Deadlock, DPD Akan Diurus DPW

 Mataram (Global Fm Lombok)-
 
Kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) PAN Lombok Timur (Lotim) yang digelar Minggu (29/01) lalu  berakhir dengan deadlock. Sebagian besar kandidat ketua DPD PAN Lotim memandang kegiatan Musda yang berlansung tidak sah karena sejumlah peserta walk out dari sidang. PAN Lotim akan ditangani secara lansung oleh DPW PAN NTB jika sampai tanggal 31 Januari ini peserta Musda tidak menemui kata sepakat.

Aliansi Hijau PBB-PKNU, Upaya Perkuat Politik Jelang Pemilu

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
DPP Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mendeklarasikan Aliansi Hijau di Jakarta, tanggal 20 Desember lalu. Aliansi Hijau merupakan kesepakatan PKNU dan PBB untuk bergabung dalam format konfederasi secara permanen, dan akan berjuang bersama-sama agar dapat menjadi peserta Pemilihan Umum 2014. Didaerah, Aliansi Hijau ini diupayakan untuk memperkuat posisi tawar politik baik di Pilkada muapun di Pemilu mendatang.

Ekonomi

  • Stok Terbatas, Harga Elpiji dan Semen di NTB Masih Tinggi

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Setelah harga semen yang terus melambung tinggi beberapa bulan terahir, kini masyarakat kembali dipusingkan dengan harga elpiji 3 kilo gram yang masih limit. Sejumlah pengecer mengaku menjual elpiji sampai 25 ribu per tabung karena limitnya stok yang tersedia. Padahal harga normalnya hanya 15 ribu per tabung. Sementara harga semen sampai saat ini masih berkisar antara 70 sampai 75 ribu rupiah per sak.

  • Iklim Investasi Bagus, Keamanan Daerah Menjadi Penghambat

     Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Iklim investasi di provinsi NTB secara umum mengalami kemajuan. Hal itu terlihat dari hasil survey Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), dimana posisi provinsi NTB yang semua berada di papan bawah telah terdongkrak ke papan tengah. Salah satu yang membuat tren positif investasi daerah yakni factor infrastruktur yang terus mengalami peningkatan.

  • Pelanggan Broadband Telkomsel di NTB Bertambah 40 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Penggunaan layanan data berbasis pita lebar (broadband) pelanggan Telkomsel tahun 2011 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara meningkat 100 persen dibandingkan trafik layanan data tahun 2010. Di mana, broadband tahun 2010 sebesar 1,8 terabyte per hari menjadi 3,5 terabyte per hari tahun 2011. Khusus di NTB, jumlah pelanggan broadband Telkomsel bertambah 40 persen. Melihat prilaku komunikasi pelanggan Telkomsel di NTB, diperkirakan jumlah pengguna layanan broadband tahun 2012 ini akan meningkat 30 persen.