Korban Meninggal Puting Beliung Jadi Satu Orang
Mataram (Global FM Lombok) –
Angin puting beliung yang terjadi di Dasan Kolo, Kelurahan Jempong Baru Sabtu sore lalu akhirnya menelan korban jiwa. Maulina, bayi berusia satu tahun empat bulan Senin pagi tadi menghembuskan nafas terakhir, setelah menjalani perawatan intensif bersama tiga korban lainnya di RSUD Kota Mataram (RSM). Putri pasangan Rahmat dan Inaq Ini, dirawat di RSM karena mengalami pendarahan dan retak dibagian kepala akibat tertimpa asbes rumah, saat angin puting beliung menerjang ratusan rumah di lingkungan Dasan Kolo.
Beberapa tetangga mengaku mendengar ibu korban meminta tolong. Tetapi para tetangga tidak bisa berbuat banyak, karena dalam kondisi panik dan juga harus menyelamatkan anak-anak mereka. Rencananya, Maulina akan dimakamkan di pemakaman yang tak jauh dari rumah. Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, bersama istri Hj. Suryani yang melayat ke rumah korban menasehati dan mengajak kedua orang tuanya, untuk sabar menghadapi semua cobaan dari Allah. Ahyar pun meminta orang tua korban, mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Usai melayat, Ahyar bersama para pimpinan Muspida dan SKPD lingkup Pemkot melanjutkan perjalanan dengan meninjau dan memantau rumah warga, yang baru masuk ke wilayah administrasi Kota Mataram awal tahun ini.
Kerugian Capai Rp 1 Miliar
Kerugian materi yang dialami para korban angin puting beliung, diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Dimana, sedikitnya 120 unit rumah warga yang rata-rata dibangun secara semi permanen di lingkungan Dasan Kolo, Jempong Baru rusak bahkan roboh diterjang puting beliung. Hal itu dikatakan Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, pada wartawan usai pencanangan bulan bhakti gotong royong, dan gerakan massal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan Mapak Dasan, Senin pagi.
Ahyar mengungkapkan, pihaknya telah mendata seluruh kerusakan yang dialami korban puting beliung. Bahkan, kategori kerusakan dan juga nama pemilik rumah sudah didata. Data-data tersebut, nantinya yang akan dijadikan acuan Pemkot Mataram mengusulkan dana bantuan ke pusat, melalui Pemprov NTB. Pemkot mengharapkan, pusat segera beri bantuan sesuai dengan kebutuhan warga, khususnya untuk memperbaiki kembali rumah yang telah rusak dan roboh. Memang diakui Ahyar, dalam waktu dekat Pemkot Mataram akan melaksanakan program bedah rumah di lingkungan Dasan Kolo. Awalnya, rumah yang menjadi target perbaikan sebanyak 20 unit. Namun, dengan musibah yang menimpa ratusan kepala keluarga di lingkungan tersebut, maka sasaran renovasi menjadi 120 unit.
Lebih lanjut Ahyar menjelaskan, program bedah rumah ini akan dilakukan secara gotong royong, dengan melibatkan masyarakat setempat. Ketua Partai Golkar Kota Mataram ini merasa bersyukur, karena tidak banyak korban jiwa yang meninggal akibat angin puting beliung. Hanya seorang balita yakni Maulina berusia 1,5 tahun yang meninggal, setelah menjalani perawatan di RSM.
Pantauan Global FM, Departemen Sosial telah membangun tenda yang difungsikan sebagai dapur umum untuk memasak makanan bagi korban puting beliung. Begitu pula dengan aparat Kepolisian dan TNI, membangun tenda darurat disekitar lokasi. Beberapa aparat juga mulai membantu warga, untuk memperbaiki rumah yang rusak seperti memasang genteng dan terpal sebagai penutup sementara.
Semprot Kadis Tata Kota
Setelah Kepala Dinas (Kadis) PU disemprot masalah banjir yang tidak termaafkan, kini giliran Kadis Tata Kota yang disemprot Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh, terkait masalah yang sama. Dalam acara pencanangan bulan bhakti gotong royong, dan gerakan massal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan Mapak Dasan Senin pagi, Ahyar mengingatkan Kadis Tata Kota agar menekankan pada pengembang perumahan, agar membuat saluran air yang dapat diakses keluar pemukiman atau ke saluran utama.
Seluruh saluran air atau drainase, ungkapnya, tidak boleh ditutup permanen dengan plat beton. Tak hanya itu, pengembang juga diharapkan membangun akses jalan lingkungan perumahan yang bagus. Wali Kota Mataram menegaskan, hanya itu yang diminta Pemkot Mataram dari para pengembang yang membangun perumahan di Kota Mataram. Diakui Ahyar, banjir yang terjadi di kota ini merupakan ”kado istimewa” bagi dirinya dan H. Mohan Roliskana paska dilantik awal Agustus lalu. Termasuk, angin puting beliung yang terjadi di lingkungan Dasan Kolo, Kelurahan Jempong Baru.
Untuk itu, Pemkot Mataram pun merasa tertantang khususnya untuk mengatasi masalah genangan dan banjir. Kalau angin puting beliung, tidak bisa diprediksi dan diantisipasi karena itu merupakan fenomena alam. Dengan ikhtiar dan dukungan semua pihak, Ahyar menargetkan akan menuntaskan masalah banjir dalam lima tahun kedepan.
Dalam kesempatan itu, Ahyar juga mengatakan bahwa kegiatan gotong royong yang dicanangkan Pemkot Mataram, merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia. Tentunya, warisan tersebut harus dilestarikan dan bahkan ditingkatkan, agar warga menjadi terbiasa membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.
Kebiasaan Buruk Buang Sampah
Kebiasaan buruk masyarakat dengan membuang sampah di kali atau drainase rumah memperparah kondisi banjir dikota Mataram. Melihat fatalnya akibat dari membuang sampah didrainase atau dikali secara sembarangan, Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana meminta masyarakat agar turut menghindari ancaman banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan dengan baik.
Mohan Roliskana menjelaskan, pemkot Mataram sudah berupaya secara maksimal untuk meminimalisir dampak banjir yang terjadi di Kota Mataram. Dinas PU bersama dengan masyarakat bergotong royong memperbaiki drainase dan saluran yang berpotensi mengakibatkan genangan air akibat hujan yang turun terus-menerus. Disejumlah wilayah yang langganan banjir seperti Babakan, Seganteng maupun di wilayah Ampenan sudah dilakukan upaya yang nyata guna mencegah banjir selama musim hujan berlansung.
Sementara itu genangan air dikawasan pesisir diwilayah Batu Layar hingga Senin ini masih terlihat. Genangan air sampai ke badan jalan yang menghubungkan Ampenan dengan Senggigi. Masyarakat setempat mengambil untung dengan memancing ikan digenangan air tersebut serta banyak juga yang memakai air banjir untuk mencuci kendaraan mereka.
Untuk meminimalisir dampak banjir ini, aparat camat setempat mengaku sudah berusaha berbuat maksimal dengan bantuan dari Dinas PU danmasyarakat yang ada diwilayah tersebut. Bantuan sembako dan pengobatan sudah diberikan bagi mereka yang menjadi korban banjir. Dengan munculnya cuaca ekstrim ini, masyarakat tetap dihimbau untuk waspada baik untuk antisipasi banjir maupun ancaman angin puting beliung.(ady/ris/ozi)

Comments
Post new comment