Skip to Content

KSB Godok Tiga Raperda Pengelolaan Tambang

Taliwang (Global FM Lombok)-
 
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sedang  menggodok tiga rancangan peraturan daerah (raperda) yang mengatur tentang pengelolaan limbah tambang (tailing), konsentrat atau material hasil tambang dan tenaga kerja perusahaan tambang. Ketiga raperda itu sedang disempurnakan oleh DPRD KSB dengan membentuk tiga panitia khusus (pansus.).

 
Bupati KSB Dr KH Zulkifli Muhadli kepada Global FM Lombok di Taliwang beberapa hari lalu mengatakan, selama ini KSB memang tidak memiliki kewenangan dalam pengelolaan limbah tambang, konsentrat dan ketenagakerjaan dalam perusahaan tambang PT PTNNT, sehingga perlu dibuat regulasinya. 
 
Adapun regulasi yang menjadi acuan penggodokan tiga buah raperda tersebut yakni Undang Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Untuk pengelolaan limbah tambang, Pansus DPRD KSB, telah berkonsultasi dengan pejabat di kementerian terkait, dan para ahli pertambangan, khususnya yang berpengalaman di bidang pengelolaan tailing.
 
Pansus DPRD Sumbawa Barat itu juga melibatkan tim pengkaji dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan peneliti senior dari Universitas Indonesia (UI) yang memiliki pengalaman meneliti dampak pembuangan tailing di Minahasa, Sulawesi Utara. 
 
Bupati yang akrab disapa Kyai Zul ini menegaskan, pihaknya tidak mau berjudi soal tailing karena dampaknya akan sangat merugikan bagi generasi berikutnya di Kabupaten Sumbawa Barat ini. Bahkan, mungkin merugikan masyarakat di daerah sekitar lokasi pembuangan tailing Newmont.
 
Sejauh ini, PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) membuang tailing di palung laut Teluk Senunu rata-rata 110.000 ton perhari setelah melalui berbagai proses agar aman terhadap lingkungan laut pada kedalaman lebih dari seribu meter di bawah permukaan laut. Sementara pemerintah hanya bisa melakukan pemantauan pembuangan tailing itu secara berkala, karena keterbatasan anggaran, dan uji lingkungan pembuangan tailing pun tidak bisa dilakukan berkali-kali dalam setahun.
 
Ia menegaskan, upaya penciptaan tiga raperda itu merupakan tanggungjawab moral dan politik yang harus dilakukan oleh pemerintah. Pihaknya harus berpihak kepada masyarakat didalam menciptakan sebuah aturan. Bahkan public value atau nilai public mesti diutamakan didalam melayani masyarakat. Menurutnya kepala daerah bisa dikatakan gagal jika dia tidak mampu mensejahterakan masyarakat dari sumberdaya yang dimilikinya. (ris)

ShareThis

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
Image CAPTCHA
Enter the characters (without spaces) shown in the image.
Mollom CAPTCHA (play audio CAPTCHA)
Type the characters you see in the picture above; if you can't read them, submit the form and a new image will be generated.


Politik

Setelah Rasionalisasi Anggaran KPU NTB, Honor PPK dan PPS Diusulkan Tetap

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggaran untuk KPU NTB yang bersumber dari APBD NTB tahun 2012 memang telah ditetapkan yakni sebesar Rp 8 miliar. Angka ini menurun dari persetujuan awal sebesar Rp10,5 miliar. Pagu anggaran yang dirasionalisasi itu membuat jumlah honor Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjadi turun sekitar 25 persen. Namun belakangan, khusus untuk anggaran honor ini akan diusulkan tetap seperti Pemilu tahun 2009 untuk mengoptimalkan pelaksanaan Pilkada NTB 2013 mendatang.

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Gelar “Sidang Paripurna” Di Kantor DPRD NTB

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Aksi unjuk rasa guna menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di Mataram. Jumat (30/03) pagi ratusan mahasiswa yang berasal dari PMII dan HMI MPO Mataram menggelar unjuk rasa di simpang empat BI Mataram serta di kantor DPRD NTB. Karena kesal tidak menemui anggota dewan, perwakilan pengunjuk rasa menggelar “sidang paripurna” di salah satu ruang komisi di DPRD NTB.

Fachri Hamzah : TGB Susah Dikalahkan

 Mataram (Global FM Lombok)-
 
Anggota DPR RI Fachri Hamzah menilai, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) susah dikalahkan dalam Pemilukada Gubernur NTB tahun 2013 mendatang. Posisi TGB memang masih sangat kuat karena ia merupakan calon incumbent, ia menjadi tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik serta tokoh akademik. Namun  apakah semua gelar  ketokohan itu sudah bvermanfaat bagi rakyat?

Ekonomi

  • Telkomsel Layani 50 Kampung Media di NTB

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Telkomsel telah melayani 50 Kampung Media yang tersebar di kabupaten/kota se-NTB. Di mana, Telkomsel memberikan perangkat modem internet, router wi-fi dan kartu perdana Flash Unlimited serta Kartu Halo kepada para komunitas Kampung Media. Kampung Media merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB. Jadi program tersebut telah berjalan sejak tahun 2009 silam.

  • Minim, Pengusaha NTB Salurkan Zakat Melalui Bazda

    Mataram (Global FM Lombok) –
     
    Ketua Harian Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) NTB, TGH. M. Anwar, MZ, mengatakan, para pengusaha di NTB sangat minim menyalurkan zakatnya melalui Bazda baik kabupaten/kota hingga provinsi. Selama ini, para pengusaha NTB menyalurkan zakatnya langsung kepada masyarakat sehingga terkadang menimbulkan masalah. Berbeda dengan Bazda sebagai lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. Di mana, penyalurannya dipastikan berjalan baik karena mendapat pengamanan ekstra dari kepolisian dan pihak terkait lainnya.

  • Maret – April, Penjualan Kartu AS Lombok Melonjak 176 Persen

    Mataram (Global FM Lombok)-
     
    Head of Telkomsel Branch Mataram, Erwien Kusumawan, mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan, yakni Maret hingga April 2012, tercatat penjualan kartu AS Lombok meningkat lebih dari 167 persen. Peningkatan penjualan itu berandil besar terhadap peningkatan pendapatan sekitar 50 persen. Dengan peningkatan penjualan itu, memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan kartu AS Lombok lebih seribu persen atau 10 kali lipat.